Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineSumut

Sampah di Sungai Deli Jadi “Sarang” Pemulung

×

Sampah di Sungai Deli Jadi “Sarang” Pemulung

Sebarkan artikel ini

“Saya biasanya di sini karena lebih banyak saya dapatkan (sampah) di parit busuk ini dari pada di pinggiran jalan. Biasanya, saya ambil botol aqua plastik dan botol minuman kaleng serta kantongan plastik”

Medan, Mediasumutku.comSalah satu sungai bersejarah di kota Medan, Sungai Deli kini sudah sangat sulit dikatakan sebagai sungai karena telah berubah menjadi tumpukan sampah. Sungai sepanjang 76 kilometer ini, berubah menjadi tempat sampah gratis bagi sebagian warga kota Medan, secara khusus warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Baca juga: Sungai Deli Terancam Jadi Parit Busuk Raksasa

Wartawan Mediasumutku.com, Senin (26/8/2019) siang, berusaha menuyusuri pinggiran Sungai Deli di Jalan Tuamang, Kecamatana Medan Perjuangan. Di sungai itu, warga sering memberi istilah “parit busuk”, wartawan menjumpai seorang lelaki Adi (47) sedang mengumpulkan barang bekas berbahan plastik. Ternyata, dia seorang pemulung.

Baca Juga:   Hujan Lebat, Ruang Tahanan Polsek Perbaungan Banjir

Bapak tiga orang anak ini tengah bekerja di parit busuk guna mendapatkan botol minuman berbahan plastik dan kaleng serta kantong plastik. Biasanya, Adi sudah di parit busuk dari pukul 08.00 hingga 13.00 dan dilanjutkan pada sore hari setelah makan siang.

“Saya biasanya di sini karena lebih banyak saya dapatkan (sampah) di parit busuk ini dari pada di pinggiran jalan. Biasanya, saya ambil botol aqua plastik dan botol minuman kaleng serta kantongan plastik” terang Adi.

Dari pengamatan wartawan Mediamumutku.com, warga yang tinggal di pinggiran parit busuk ini lebih suka membuang sampah dan limbah rumah tangga terutama sampah berbahan plastic di parit busuk dari pada di wadah yang sudah disediakan pemerintah.

Baca Juga:   Satresnarkoba Polres Sergai Ciduk Pengedar Sabu

Wartawan juga menemui Aisyah (29) salah satu penghuni kos yang tinggal di Jalan Tuamang, dekat pinggiran parit busuk mengatakan hampir setiap kali membuang sampah ke sungai ini dengan alasan praktis.

“Lebih praktislah buang sampah rumah di parit busuk ini dari pada harus ke tempat pembuangan sampah. Soalnya, tempatnya lebih jauh daripada parit ini, kan depan rumah. Ya, langsung lempar aja. Lagian, sampahnya langsung dibawa air. Jadi, sampah itu tidak tertahan dan bau,” ujarnya. (MS2/cr2)