Artikel

Indra Sikumbang Membawa PWI Asahan Semakin Baik

mediasumutku.com | ASAHAN-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan  akan menggelar konferensi ke VIII sebagai penanda masa akhir kinerja perioderisasi di kepengurusan 2017-2020. Secara kelembagaan, harus diakui organisasi kewartawanan yang diketuai oleh Indra Sikumbang tersebut semakin baik dari masa ke masa.

Pernyataan itu, datang dari mantan ketua PWI Asahan, Nur Karim Nehe, SE, M.SP, yang juga merupakan pengurus pleno PWI Sumut dan kepala biro Waspada di Kisaran yang mengkoordinis Asahan, Tanjungbalai dan Batubara.

“Pasca aku Ketua PWI Asahan, organisasi ini semakin baik ditangani Awaludin dua priode (2011-14 dan 2014-17) lalu semakin membaik lagi ditangani Indra Sikumbang SH 2017-2020,” tegas Nehe kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Pria kelahiran 2 Januari 1965 yang sejak 2014 aktif sebagai tenaga pengajar di STMIK Royal Kisaran ini merupakan wartawan kompetensi utama lewat UKW angkatan kedua tahun 2012.

“Aku yakin ke depan PWI Asahan makin lebih baik lagi karena sudah terlihat sense of belonging para anggota terhadap lembaganya. Soal kualitas tehnis, ya terus belajarlah. Soal etik, hanya dibutuhkan kemauan yang kuat mempedomani etika jurnalistik. Yakin kita bakal tak ada persoalan delik hukum bagi anggota PWI ke depan, aamiin,” tukas Nehe mengingatkan jika soal tehnis dan etis itu tergantung kemampuan dan kemauan individual anggota di medianya masing masing.

Nehe pernah menjabat sebagai Ketua PWI Perwakilan Kisaran yang membawahi Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, periode 2005-2008, dilanjutkan periode 2008-2011 sebagai Ketua PWI Asahan itu juga menjadai salah satu saksi sejarah terbentuknya PWI di Kabupaten Batubara dan Tanjungbalai.

“Setelah berdirinya Kabupaten Batubara disahkan DPR RI Desember tahun 2007, Ketua PWI cabang Sumut almarhum A Muchyan AA menginstruksikan agar didirikan PWI Batubara. Alasan tehnis cukup kuat terutama soal jumlah wartawan PWI ada sekitar 25 ke 28 orang di Batubara saat itu. Hanya 8 atau 11 orang di Asahan. Hanya enam orang di Kota Tanjungbalai,” ungkap Nehe.

Menjawab instruksi PWI Sumut Nehe bahkan meminta agar PWI Kota Tanjungbalai juga didirikan agar sudah melewati batas minimal jumlah anggota yakni lima orang.

“Tahunnya lupa, 2008 atau 2009, tapi pemekaran ini dilaksanakan di Hotel Sumatra Medan.  Bisa dilihat di dokumen arsip PWI. Serunya penetapan Ketua PWI Tanjungbalai  voting berulang ulang hasil tetap draw 3-3. Setelah debat panjang dan Ketua Muchyan minta fatwa ke pusat, akhirnya aku melakukan toast uang logam tebal Rp. 100 untuk menentukan Ketua pertama di PWI Tanjungbalai,”ujarnya.

Menghadapi Konperensi tahun ini, Nehe mengajak, jajaran PWI Asahan, PWI Batubara, PWI Tanjungbalai mendoakan almarhum A Moechyan AA dan para senioren yang sudah mendahului agar mendapat tempat layak di sisiNYA.

“Bila perlu buat seremonial ziarah, jika memungkinkan, soalnya saat ini kita dalam ancaman pandemi. Mari kita terus berdoa dan berusaha PWI semakin bermanfaat bagi nusa dan bangsa, aamiin,” katanya mengakhiri.  (MS10)

Tinggalkan Balasan