Berita Sumut Headline Sumut

Viral ! Sebatang Pohon Kelapa di Sergai Melilit Seperti Ular Naga

SERGAI-Pohon kelapa yang berusia 37 tahun di Serdang Bedagai, Sumatera Utara mendadak viral di media sosial (Facebook). Pasalnya, pohon yang diperkirakan sepanjang 15 meter terlihat mirip seperti ular naga. Bahkan miripnya batang pohon kelapa tersebut juga sama dengan alamat tempat lokasi lahan yang ditemukan batang pohon kelapa mirip ular naga.

Informasi diperoleh, pohon kelapa yang mirip seperti ular naga berada di sekitar jalan umum, tepatnya  di depan mesjid Al Muttaqin di Dusun 1, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Bahkan batang pohon kelapa tersebut mulai kelihatan melilit pada ketinggian 8 meter. Bila dilihat pohon tersebut terlihat seperti melilit sesuatu.

Nek Masniah (87) salah satu warga sekitar menceritakan kisah pohon kelapa tersebut. Menurutnya bahwa pohon kepala tersebut ditanam suaminya Baharuddin Purba pada tahun 1984 bersamaan dibangun mesjid Al Muttaqin.

“Dulu tanaman pohon kelapa tersebut adalah suami saya yang menanamnya pada tahun 1984 dengan bersamaan dibangunnya mesjid Al-Muttaqin. Ada 3 pohon
pohon kelapa yang ditanam, tapi 1 pohon mati akibat disambar petir,” kata Nek Masniah, Rabu (8/9/2021).

Nek Masniah menjelaskan, sejak pohon kelapa ditanam dan muncul keunikan batang kelapa melilit mirip ular, tidak pernah kejadian atau hal yang berbau gaib.

“Kalau kejadian atau hal gaib gak pernah terdengar, rumah saya gak jauh dari pohon itu, pasti tau kalau ada kejadian aneh,” ujar nek Masniah.

Namun saat disinggung adanya keunikan nama desa dengan batang pohon kelapa melilit seperti ular naga yang viral di media sosial. Nek Masniah mengatakan tidak ada hubungannya nama Desa Naga Kesiangan dengan pohon kelapa tersebut.

“Awal mula nama Naga Kesiangan berasal dari cerita turun temurun dari orang tua sebelumnya adanya ular naga yang tersangkut di sekitar jembatan di desa tersebut,”ujar Nek Masniah.

Menurutnya, bahwa dulunya kepala ular naga sangkut di jembatan, kemudian desa ini disebut desa Naga Kesiangan, sedangkan ekornya di hulu, sehingga sekitar ekor naga di sebut kampung Naga Buntu,”ungkap Nek Masniah

(MS6)

Tinggalkan Balasan