Berita Sumut

456 Ekor Hewan Ternak pada 18 Desa di Asahan Terkena PMK

Asahan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak semakin meluas. Berdasarkan data yang dihimpun wartawan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan, hingga Jumat (17/6/2022) sudah menginfeksi 546 ekor hewan ternak di 18 desa.

“546 ternak yang terinfeksi ini yang sudah membaik ada 187 ekor, sakit 229 ekor, dipotong paksa 30 ekor dan mati 10 ekor,” kata Kabid Pembibitan dan Produksi Ternak, Refni Dewita dikonfirmasi wartawan.

Sampai sejauh ini kata dia memang belum ada vaksin untuk ternak dan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat. Namun petugas ternak di lapangan saat ini masih terus bekerja melakukan pendataan dan memberikan himbauan agar PMK ini tak semakin meluas.

“Penyebarannya memang cepat. Makanya ternak yang sudah kena harus diisolasi namun kenyataannya di lapangan tetap digembalakan dan dicampur dengan yang belum kena. Jadi kendalanya di situ,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi untuk wilayah Asahan kata dia Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah memperketat keluar masuk hewan ternak ke daerah lain dengan menyiagakan 3 pos pengecekan diperbatasan Kabupaten Batu Bara, Kota Tanjungbalai dan Labuhanbatu Utara.

“Khususnya sapi di daerah kita sering dikirim untuk ke daerah Riau. Jadi sekarang tidak boleh keluar atau masuk. Kecuali jika pemilik ternak punya surat keterangan kesehatan hewan yang ditandatangani dokter ternak,” kata dia.

Ia pun menyebut bahwa penyakit ini bukanlah penyakit mematikan yang penting peternak tidak panik. Jika hewan ternak menunjukkan gejala pemilik harus melakukan isolasi dan memberi makan yang cukup.

“Kalau penanganan untuk mulutnya keluar banyak air liur itu bantuan pertamanya bisa diminumkan obat sariawan adem sari. Untuk kakinya kalau mulai melepuh bisa disemprot dengan air yang dicampur soda kue,” kata dia. (MS10)