Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineSumut

Akibat Covid-19, APBD Asahan Devisit Rp 100 Miliar

×

Akibat Covid-19, APBD Asahan Devisit Rp 100 Miliar

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Asahan –Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Asahan mengakui, akibat pandemi Covid 19, kondisi keuangan daerah di Kabupaten Asahan mengalami devisit sekitar Rp 100 Miliar dari Rp 1,78 Triliun lebih kekuatan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2020.

Bahkan, anggaran pendapatan tahun ini diprediksi bisa mencapai ke angka Rp200 Miliar, sementara anggaran belanja setelah pemangkasan di sejumlah pos belanja berada diposisi Rp1,66 triliun.

“Memang diproyeksi bakal defisit anggaran sampai Rp 100 Miliar dari APBD kita yang berkurang. Ini terkait refocusing kegiatan anggaran, tapi tetap tidak mampu menutupi kekurangan pendapatan,” kata Sri Lusi Masdiani,  Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Asahan, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga:   Giliran 67 Pejabat Kena Rotasi dan Mutasi di Pemkab Asahan

Menurut Lusi, salah satu faktor berkurangnya pendapatan akibat menurunnya alokasi dana transfer pemerintah pusat, seperti dana alokasi umum (DAU) dan alokasi dana khusus (DAK) Dana Desa dan lainnya. Kemudian, berkurangnya jumlah pendapatan asli daerah (PAD). Sementara beban belanja untuk penanganan dampak pandemic Covid-19 bertambah.

Kendati demikian, Lusi tak bisa menyebutkan secara rinci berapa jumlah penurunan dari masing-masing sumber penerimaan tersebut. “Kalau rinciannya, saya tidak hapal. Tapi totalnya sekitar 200 miliar lebih,” katanya.

Terkait defisit tersebut, terang Lusi, ada beberapa opsi yang telah direncanakan. Diantaranya, tetap berupaya menaikkan pendapatan dan melakukan pinjaman kepada pemerintah pusat.

“Terkait pinjaman itu, tim anggaran pemerintah daerah bersama Badan Anggaran DPRD Asahan akan berkonsultasi ke Kementerian Keuangan RI. Jika keduanya tidak berhasil, maka yang akan dilakukan adalah mengurangi lagi anggaran kegiatan,” tandasnya.(MS10)

Baca Juga:   Sempat Berstatus PDP, Pejabat di Asahan Bersama Isterinya Dinyatakan Negatif  Covid-19