Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlineMedanReligi

Aulia Rachman Siap Teken Fakta Integritas Tidak Ada Lagi Penggusuran Masjid di Medan

×

Aulia Rachman Siap Teken Fakta Integritas Tidak Ada Lagi Penggusuran Masjid di Medan

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Pasangan Calon Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman mempunyai program unggulan tidak akan ada lagi rumah ibadah yang digusur terutama masjid jika mereka terpilih. Program itu mendapat respons positif dari berbagai pihak termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Medan.

Terkait dengan program tersebut, Ketua DMI Kota Medan Ahmad Parlindungan berharap, niat baik itu harus diperkuat dengan aksi nyata. Komitmen calon kepala daerah, jelasnya, harus kuat untuk menjaga rumah ibadah di Kota Medan yang rentan penggusuran karena kepentingan dan tuntutan ekonomi

Tujuannya, agar masyarakat yakin dan program tersebut terealisasi apabila Bobby Nasution – Aulia Rachman terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

Baca Juga:   Reuni Akbar IKA STIKP Medan, Edy Rahmayadi Ajak Alumni Terus Berkontribusi dalam Pembangunan

“Kalau memang kepala daerahnya punya komitmen yang kuat untuk menjaga rumah ibadah tunjukkanlah. Dengan komitmen yang bagaimana, dalam bentuk apa. Jangan hanya sekedar selogan dan jargon-jargon seolah-olah membela rumah ibadah hanya untuk sesaat,” ujar Ahmad Parlindungan saat bertemu dengan Aulia Rachman, Jumat (16/10/2020).

“Kalau perlu, buat fakta integritas. Sampaikan poin-poin keumatan yang paling kuat untuk mereka tonjolkan,” imbuh Ahmad.

Rumah ibadah kata Ahmad, harus mereka jaga. terutama masjid yang paling rentan digusur. Beberapa kasus penggusuran masjid terjadi di Kota Medan.

“Kenapa masjid, karena masjid ini asal haknya itukan dulunya wakaf. Kalau gereja, atau kuil relatif aman karena pengurusnya mengurus sertifikatnya. Kalau masjid ini kan banyak orang yang berwakaf. Apalagi dulu, wakafkan tanah ini, udah selesai enggak ada surat wakafnya. Karena orang merasa tabu untuk meminta sertifikat wakaf itu,” kata Ahmad.

Baca Juga:   Jaga Diri, Anak Dan Keluarga Dari Narkoba

Pada intinya, sambung Ahmad semua rumah ibadah harus dijaga. Dirinya berharap, satu langkah nyata dilakukan sebelum para calon duduk.

“Kalau bisa hal itu dilakukan sebelum duduk. Mulai dari sekarang ajak stakeholder dari mulai masyarakat, tokoh masyarakat dan organisasi islam yang bisa diikut sertakan,” tandasnya.

Sementara itu, Aulia Rachman menyatakan dirinya siap membuat fakta integritas bersama tokoh agama dan stakeholder terkait dengan tidak adanya penggusuran rumah ibadah terutama masjid.

“Untuk umat dan masyarakat, kami siap membuat fakta integritas atau kontrak politik. Kami ingin membuat perbaikan dan sejarah baru di Kota Medan yang nantinya akan menjadi amal ibadah buat kami,” tegas pria berdarah Melayu Deli ini.

Baca Juga:   Banjir Persoalan Utama Dihadapi Warga Medan Marelan

(MS9)