Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
HeadlineMedanSumut

Bobby Nasution : Digital Bukan Sekadar Website

×

Bobby Nasution : Digital Bukan Sekadar Website

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Calon Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menuturkan, semua masyarakat membutuhkan perubahan di Kota Medan. Apalagi kini, Medan sebagai andalan pulau Sumatera, sudah tertinggal jauh dari Palembang dan Pekan Baru.

“Datang ke Medan, cuma Ucok Durian dan Bolu Meranti yang bisa dibanggakan, simbol kebanggaan ‘Ini Medan Bung’, konteksnya sudah bergeser ke arah negatif,” ucapnya dalam Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Parsadaan Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boruna (Patambor) Indonesia Cabang Kota Medan dan Keluarga Besar Rakyat Permata Nusantara (RPN) di Gedung Permata Griya, Jalan Pelajar, Teladan Timur, Medan Kota, Rabu (18/11/2020).

Pergeseran citra Kota Medan yang kurang baik ini, sambungnya, harus diubah. Karenanya, bersama pendamping H. Aulia Rachman, dia ingin memperbaiki citra Medan dari dalam, yakni dimulai dari pemerintahan Kota Medan. “Kami ingin Medan dapat menggambarkan kemajemukan dengan menerapkan merit system. Tidak melihat suku atau berapa sumbangannya untuk wali kota, tapi kemampuan dan profesionalitas. Jangan lulusan pertanian, ditugaskan ke olahraga,” jelas penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini.

Baca Juga:   Walikota Medan Bobby Nasution Apresiasi Penetapan Propemperda Kota Medan 2024

Selain itu, sambung dia, sistem pelayanan publik yang diterapkan nanti di Kota Medan harus berbasis digital. “Tapi tolong jangan dikucilkan arti digital ini, digital bukan hanya sekadar website pemko. Kalau sudah ada website pemko, bukan artinya sudah digital,” tuturnya.

Dan berdasarkan penilaiannya, sekitar 90% yang paham website pemko warga yang main proyek. Selebihnya belum, mulai dari pelayanan pendidikan, kesehatan, dan layanan lainnya belum menggunakan digital.

“Makanya, edukasi digital bukan hanya ke aparatur negara. Tapi bagaimana peranan pelayanan di lapangan, bagaimana taman-taman kota dilengkapi akses digital, dengan WiFi gratis, ruang terbuka yang sudah bisa mengakses internet. Dan hari ini, Kota Medan sebagai kota terbesar ketiga belum ada mengarah ke digitalisasi,” jelasnya.

Baca Juga:   Para Ibu-ibu Antusias Saksikan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

Sebelumnya, Sekretaris Patambor Kota Medan, Abraham Manurung menuturkan kesepakatan 34 sektor Patambor Kota Medan, dengan 2.500 kepala keluarga yang terdaftar sepakat mendukung Bobby-Aulia.

“Kami juga sepakat untuk siap memenangkan Bobby-Aulia menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Jadi jangan ada lagi pengurus sektor mengatakan tidak dilibatkan,” tuturnya menyampaikan kata sambutan.

Ketua Umum RPN, Jan Ferry Manurung mengungkapkan dukungan kepada Bobby-Aulia diberikan lantaran mereka yakin betul Bobby mampu tampil di Kota Medan, mewujudkan pembangunan Medan.

Kegiatan diisi juga dengan penyematan baju RPN kepada Bobby Nasution. Serta penyerahan pernyataan sikap dukungan dan penyerahan ulos.