Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
EkonomiInternasionalReligi

Demi Hari Natal, Donald Trump Mengalah kepada RRC

×

Demi Hari Natal, Donald Trump Mengalah kepada RRC

Sebarkan artikel ini

Medan, Mediasumutku.com– Perang dagang antara Republik Rakyat China melawan Amerika Serikat (RRC vs AS) telah berlangsung hampir setahun dan menimbulkan dampak penurunan ekonomi yang luar biasa secara global. Saling embargo dan menaikan tarif dilakukan kedua negara adidaya tersebut.

“Namun khusus untuk Hari Natal, tampaknya Presiden Donald Trump mengalah kepada China. Semula Trump mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif impor terhadap barang-barang dari China pada awal September 2019 nanti. Namun kebijakan itu ditunda dan akan diterapkan p[ada 15 Desember 2019,” kata pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, kepada para wartawan di Medan, Kamis (15/8/2019).

Kata dosen di sejumlah kampus ternama di Kota Medan ini, penundaaan ini dilakukan Presiden Trump karena mengingat kebutuhan domestik AS terhadap sejumlah produk asal China, termasuk produk-produk asal China, masih dibutuhkan menjelang musim Natal.

Di samping itu, kata Gunawan, pukulan balik China untuk tidak membeli produk-produk pertanian AS menjadi boomerang bagi AS. “Sehingga saya kira, dengan adanya penundaan ini negosiasi antara AS dengan China masih dapat dilakukan,” ujar Gunawan.

Ia menyebutkan, mayoritas indeks saham global pada harfi Rabu (14/8/2019) berhasil menguat setelah kompak melemah pada perdagangan kemarin. Ia menyebutkan, penundaan kenaikan tarif ini direspon positif bagi pelaku pasar mengingat keputusan Trump menaikkan tarif sejumlah produk china per 1 September 2019 terkesan sangat mendadak.

Baca Juga:   Donald Trump Umumkan Darurat Nasional AS atas Wabah Virus Corona

“Kebijakan Trump itu sempat menekan pengusaha AS dan China. Namun saya kira semula ini dilakukan Trump untuk menggertak saja agar China serius dalam mematuhi kesepakatan dagang antara keduanya,” ujar Gunawan.(MS1/MS1)