Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Pendidikan

Dosen IKH Berikan Penyuluhan Kesehatan Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

×

Dosen IKH Berikan Penyuluhan Kesehatan Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Melalui kegiatan pengabdian Masyarakat, dosen Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan memberikan penyuluhan tentang Gerakan Masyarakat (Germas) hidup sehat di SMA Bina Bersaudara Medan pada 7 Februari 2024 lalu.

Kegiatan diketuai Rosdiana, SKM, MKM selaku Dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan anggotanya yaitu Safrina Ramadhani, SKM, MKM dan Neni Ekowati Januariana, MPH.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dirangkai dengan acara memberikan penyuluhan yang berjudul “Penyuluhan Kesehatan tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat” dihadiri sekitar 45 siswa siswi.

Upaya dan usaha yang dilakukan dosen Institut Kesehatan Helvetia bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa/i tentang gerakan masyarakat hidup sehat yaitu melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban sehingga akan menguatkan upaya promotif dan preventif melalui program GERMAS tersebut.

Baca Juga:   Jaksa Masuk Sekolah PrimOne School Medan Usung Topik Wawasan Kebangsaan Dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Kegiatan ini digalakkan terbukti efektif meningkatkan perilaku positif siswa siswi. Pemberdayaan melalui kegiatan GERMAS telah meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa/i untuk berperilaku hidup sehat.

Ketua tim ibu Rosdiana mengatakan, secara umum, GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) ini merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan visi, misi serta tujuan promosi kesehatan. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 indikator GERMAS yang meliputi aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok belum menunjukkan perbaikan dibandingkan data Riskesdas tahun 2013. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buahbuahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh. Buah dan sayur memiliki kandungan vitamin, mineral, serat dan fitokimia.

Baca Juga:   Dosen IKH Medan Beri Edukasi Tentang Remaja Sehat Bebas Anemia di SMP Amanah Deli Serdang

Dimana, zat – zat ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh yaitu menghambat proses penuaan serta mencegah terjadinya kanker. Berbeda dengan sayuran, buah-buahan juga menyediakan karbohidrat terutama berupa fruktosa dan glukosa. Pentingnya konsumsi buah dan sayur masih kurang disadari oleh penduduk Indonesia khususnya pada remaja. Usia remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Kebiasaan makan yang buruk yang berpangkal pada kebiasaan makan keluarga yang juga tidak baik sudah tertanam sejak kecil akan terus terjadi pada usia remaja akan memicu terjadinya masalah gizi.

Pada saat tanya jawab dilakukan diketahui bahwa siswa siswi mengaku, tidak biasa mengonsumsi sayur dan buah, jarang melakukan aktivitas fisik dan tidak memeriksakan kesehatan secara rutin serta indikator GERMAS lainnya. Setelah penyuluhan selesai dilaksanakan, mereka mendapatkan informasi kesehatan mengenai indikator GERMAS sehingga dapat mengubah bentuk perilaku kesehatan menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga:   Dosen Psikologi IKH Medan Beri Penyuluhan Psikoedukasi Peran Orangtua Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMA Swasta Bina Bersaudara Medan. Para siswa siswi mendengarkan dengan antusias dan tidak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan sehingga tarjalin komunikasi tanya jawab yang aktif.

Rosdiana selaku ketua kegiatan berharap, setelah kegiatan ini berlangsung para siswa/i memahami dan berkomitmen untuk berperilaku sehat dengan menjalankan indikator GERMAS yang ada. (***)