Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Berita SumutHeadlineSumut

Jarak ke SPBU Jauh, Warga Tano Tombangan Angkola Kesulitan Membeli BBM Bersubsidi

×

Jarak ke SPBU Jauh, Warga Tano Tombangan Angkola Kesulitan Membeli BBM Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Warga masyarakat Kecamatan Tano Tombangan Angkola menyampaikan keluhannya kepada salah seorang tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga mantan Anggota DPD RI Asal Sumut Dr Parlindungan Purba terkait sulitnya mereka mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk kebutuhan alat-alat mesin pertanian yang mereka gunakan sehari-hari.

Menurut perwakilan masyarakat kepada Parlindungan Purba, Sabtu (15/4/2023) bahwa warga Kecamatan Tantom Angkola susah mendapatkan akses membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar untuk keperluan mesin-mesin pertanian.

“Kalau pun ada dijual di tempat-tempat pengecer minyak, harganya sangat memberatkan atau mahal. Harga bervariasi mulai dari Rp 12.000 sampai Rp13. 000 per liter,” kata Parlindungan Purba, Sabtu (15/4/2023) kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga:   Parlindungan Purba Panen Perdana Bawang Merah, Jadikan Simalungun Sentra Hortikultura

Kalau mau beli ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kata Patlindungan Purba jaraknya sangat jauh terutama dari desa paling ujung seperti Simaninggir dan Sipotangari. Sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh, yang bisa dibeli dibatasi hanya 3 sampai 10 liter sesuai aturan Pertamina saat ini.

“Sesuai dengan laporan dan keluhan masyarakat di Kecamatan Tantom Angkola, kalau boleh masyarakat dipermudah untuk mengakses dan syarat-syarat yang diberlakukan disesuaikan dengan kondisi wilayah, jarak tempuh dan peruntukan bahan bakar yang dibeli masyarakat, ” kata Parlindungan.

Harapan kita ke depan, tambah Parlindungan Purba pemerintah dalam hal ini Pertamina perlu melihat langsung dan melakukan survey terkait kebutuhan masyarakat di pedesaan yang jarak tempuhnya sangat jauh ke SPBU, ketika mereka ke SPBU jatah yang diberlakukan sangat terbatas sementara mereka membutuhkan untuk menjalankan alat-alat mesin pertanian dalam mengolah lahan pertanian mereka.

Baca Juga:   Tingkatkan Layanan Publik, UPT Barantin di Belawan Hadirkan Inovasi Baru

“Solusi membuka SPBU mini dengan harga tidak terlalu mahal akan memudahkan masyarakat dalam memperoleh BBM bersubsidi, kalau jaraknya dekat masyarakat yang dominan bekerja sebagai petani bisa lebih fokus dalam mengolah lahan pertaniannya, ” tandasnya.