Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Nasional

Kesadaran Disiplin Berlalu Lintas di Provinsi Sumut Masih Rendah

×

Kesadaran Disiplin Berlalu Lintas di Provinsi Sumut Masih Rendah

Sebarkan artikel ini
mediasumutku.com | MEDAN – Kesadaran disiplin berlalu lintas di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tercatat masih rendah. Pasalnya, hasil analisa dan evaluasi Operasi Zebra Toba 2019 yang dilaksanakan 14 dari tanggal 23 Oktober – 05 Nopember 2019, jumlah pelanggaran berlalu lintas mengalami peningkatan
sebanyak 2.394 perkara atau lebih kurang 5%.
Pelanggaran yang diambil tindakan langsung (tilang)  mengamali peningkatan sebanyak 424 perkara atau sebsar lebih 1%. Hasil analisa dan evaluasi, peningkatan juga tercatat dan untuk teguran mengalami peningkatan sebanyak 1.970 perkara atau sebesar lebih 23%.
Hal ini dijelaskan Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan kepada mediasumutku.com di Medan, Rabu (06/11/2019).
Disebutkan, hasil analisa dan evaluasi Operasi Zebra Toba 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 yakni,
1. Tilang sebanyak 42.821 (2018) dan 43.245 (2019) dengan selisih peningkatan sebanyak 424 atau sebesar 1% perkara.
2. Teguran 8.444 (2018) dan 10.414 (2019) dengan selisih teguran sebanyak 1970 atau sebesar 23% perkara.
“Jumlah tilang 51.265 dan teguran 53.659 serta selisih sebanyak 2.394 atau sebesar 5% perkara,” ungkapnya.
Dijelaskan AKPB MP Nainggolan, operasi Zebra Toba bertujuan secara umum untuk keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia terhadap hukum dan perundang-undangan lalu lintas pada umumnya sangat memprihatinkan.
Sebagai langkah strategis, menurut AKBP MP Nainggolan, perlu dilakukan langkah-langkah strategis guna meningkatkan tingkat keselamatan dan
peningkatan kedisiplinan hukum masyarakat. Dampak hal ini bisa menimbulkan kerugian bukan saja korban jiwa dan harta, namun juga akan menimbulkan kerugian di bidang ekonomi.
Diungkapkan, berdasarkan program Decade of Action for Road Safety 2011-2020 (DOA) atau Dekade Keselamatan Jalan yang telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada Tahun 2020 sebesar 50 % para penyelenggara Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) mampu membangun dan menyelenggarakan sistem terpadu yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK).
Selain itu, lanjutnya, operasi Zebra Toba merupakan salah satu program Nawacita Presiden RI Joko Widodo untuk menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
“Dari salah satu Nawacita Presiden RI Joko Widodo dijabarkan dengan 11 (sebelas) Program Prioritas Kapolri yaitu Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya),” ungkap AKBP MP Nainggolan.
Baca Juga:   Polda Bengkulu Ringkus 2 Pelaku Penyelundupan Bibit Lobster Seharga Rp.4,5 Milyar