Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineNasionalOtomotif

KTB Luncurkan eCanter dan Fuso Fighter FN61FL di GIICOMVEC

×

KTB Luncurkan eCanter dan Fuso Fighter FN61FL di GIICOMVEC

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Jakarta – Untuk menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan Kenderaan yang bertenaga, dimensi besar, nyaman dan mudah perawatannya maka pihak Agen pemegang merek (APM) Mitsubishi Fuso di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) kembali meluncurkan produk medium duty truck (MDT) terbarunya di ajang GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC), di Jakarta Convention Center (JCC).

Unit kenderaan itu bernama Mitsubishi Fighter FN61FL HD (6×2) yang dipamerkan selama tiga hari, 5-8 Maret 2020. Peluncuran Fighter FN61FL HD (6×2) menjawab kebutuhan pasar akan kendaraan yang bertenaga, dimensi lebih besar, peningkatan kenyamanan, perawatan mudah, serta dapat disesuaikan dengan regulasi kendaraan niaga.

Varian ini melengkapi varian sebelumnya yaitu Fighter FN61FL (6×2) yang juga dipamerkan selama GIICOMVEC berlangsung. Dengan penambahan line up baru ini, maka secara total ada 18 varian Fighter yang siap meningkatkan produktivitas bisnis konsumen.

Baca Juga:   Tekan Penyebaran Virus, Tokoh Masyarakat di Sumut Dukung Vaksinasi Covid-19

“Saya bangga produk profesional MDT kami yaitu Fighter, menerima banyak respon positif dari konsumen. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, Fighter berkontribusi meningkatkan pangsa pasar yang cukup signifikan di segmen MDT,” jelas President Director of KTB Atsushi Kurita,baru-baru ini.

Sementara itu, Marketing Director Sales & Marketing Division KTB, Duljiatmono menjelaskan bahwa Fighter FN61FL HD (6×2) lebih bertenaga, dimensi lebih besar, dan lebih panjang. “Dari sisi power, Fighter yang ditampilkan di sini lebih tinggi tenaganya yaitu 270 ps, chassis lebih panjang dengan cab to end 9,8 meter,” jelas Duljiatmono saat ditemui di Booth Mitsubishi Fuso,Sabtu (7/3/2020).

Lebih lanjut Duljiatmono menjelaskan, dengan tenaga yang lebih besar, maka akan lebih mampu membawa beban lebih berat. Selain itu chassis yang panjang membuat angkut barang lebih besar, efisien, dan efektif karena final gear ratio (gardan) sebesar 6,166. Tak hanya andal melintas di jalan raya, tapi juga di medan off-road.

Baca Juga:   Ketua DPC Projo Karo Berikan Penjelasan Di Kantor Polres Karo-Kabanjahe

Untuk chassis yang panjang membuat angkut barang lebih besar, efisien, dan efektif. Namun meski cab to end yang lebih panjang, Duljiatmono memastikan bahwa FN61FL HD (6×2) dapat mengakomodasi kebutuhan pasar dan sesuai dengan standar Truk Over Dimension Over Load (ODOL). “Jadi meski kami sediakan truk dengan chassis panjang, tapi sesuai dengan regulasi pemerintah,” jelas Duljiatmono.

Dalam pameran ini, KTB mendesain Booth Mitsubishi Fuso dengan modern. Booth menggunakan warna hitam yang dipadukan dengan lampu putih untuk memunculkan kesan tangguh.

Meski baru hari pertama, namun Booth Mitsubishi Fuso ramai dikunjungi para pengunjung yang juga user dari beberapa perusahaan di Tanah Air. Beberapa diantaranya bahkan sempat menjajal bagian dalam kendaraan yang dipamerkan. Tak hanya untuk melihat interiornya saja, tapi juga merasakan kenyamanan dari fasilitas atau fitur yang ditawarkan di setiap produk.

Baca Juga:   Hingga November 2020, Ekspor Indonesia ke Tiongkok Naik 10,96 Persen

KTB juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan eCanter, truk dengan kecanggihan teknologi listrik (elektrik). Jika Anda masih penasaran dengan produk dari Mitsubishi Fuso, bisa langsung datang ke Hall B, Jakarta Convention Center (JCC). GIICOMVEC digelar selama tiga hari, mulai 5-8 Maret 2020.

Untuk mobil eCanter sepenuhnya dioperasikan secara elektrik, tidak mengeluarkan gas buang, bebas kebisingan dan getaran, mengurangi efek negatif terhadap lingkungan secara signifikan. Selain itu, dibandingkan dengan kendaraan diesel konvensional, eCanter lebih sedikit getaran, serta mengurangi beban fisik pada pengemudi; dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja yang lebih baik.(mc/ms8)