Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlinePendidikan

Melestarikan Budaya Melayu Tanggungjawab Bersama

×

Melestarikan Budaya Melayu Tanggungjawab Bersama

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN : Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VIII Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kota Medan di Hotel Asrama Haji, Minggu (29/12).

Musyawarah daerah yang mrngusung tema mewujudkan tali silaturrahmi sesama warga Melayu dalam kerangka NKRI dihadiri Ketua Umum PB MABMI Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE yang dalam kesempatan tersebut diwakili Sekjen MABMI Takari, AKBP MABMI Medan, Safwan Khayat serta para anggota MABMI se Sumatera Utara.

Dihadapan para puan dan tuan, Kadis Kebudayaan mengatakan bahwa keberadaan MABMI sangat dibutuhkan sebagai bentuk ekspresi dari kehendak masyarakat Melayu untuk berhimpun, memusyawarahkan keberadaan adat dan kebudayaan Melayu, baik dalam konteks daerah, provinsi, nasional bahkan level dunia.

Baca Juga:   Kawasan Wisata Alam "Blank Spot" Pamah Semelir Butuh Sentuhan Pemerintah

” Hal ini didasari fakta bahwa masyarakat melayu menyadari ketiadaan lembaga tempat bermusyawarah mengenai adat dan budaya mereka, telah mengakibatkan kurangnya daya dorong dan daya lesat serta potensi integrasi sosiobudaya melayu,” kata Ok Zulfi.

Sejatinya, Ok Zulfi mengungkapkan, upaya melestarikan budaya melayu bukan hanya tanggung jawab segelintir pengurus saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama. Agar Melayu tidak hilang dari muka bumi, maka menjaga adat resam budaya Melayu menjadi kewajiban setiap individu yang menyebut jati dirinya sebagai bangsa Melayu.

” Integrasi berbagai pihak seperti pemerintah, lembaga, individu diperlukan untuk melestarikan nilai luhur budaya bangsa dan menjaga bangsa ini dari serbuan budaya asing,” ungkap Ok Zulfi.

Baca Juga:   Tol Dalam Kota Medan Jadi RPJMN Bappenas 

Diakhir sambutannya, Ok Zulfi menjelaskan bahwasannya kekayaan khasanah budaya Melayu tidak terlepas dari ungkapan, perumpamaan, syair, pantun, pepatah dan lain sebagainya, yang menandakan norma sopan santun dan tata pergaulan orang Melayu yang memiliki peradaban yang tinggi. Hal ini hanya bisa dicapai oleh suatu rumpun suku apabila telah melalui perjalanan panjang dan terus menerus.

“Apalagi rumpun suku Melayu merupakan suku yang tersebar di merata tempat di bumi nusantara, bahkan hingga ke mancanegara. Saya yakin suku Melayu akan menjadi salah satu suku yang akan tetap hadir mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai kapan jua,” tegasnya.*