Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Berita SumutHeadlineNasionalSumut

Miris! Dua Tokoh Rambe Ini Soroti Jalan Berlumpur ke Sipiongot, Paluta, Berpuluh Tahun Tak Ada Perhatian

×

Miris! Dua Tokoh Rambe Ini Soroti Jalan Berlumpur ke Sipiongot, Paluta, Berpuluh Tahun Tak Ada Perhatian

Sebarkan artikel ini
Dua tokoh yang berkomentar tentang keberadaan kampung halaman mereka adalah Tokoh masyarkat Rambe yang bertepatan hadir di acara halal bi halal marga Siregar, Boru Bere adalah Letkol (Purn) Zul Rambe, SH,MH dan Samsir Rambe.

mediasumutku.com | JAKARTA – Dari bincangbincangtipis di akun TikTok Erman Tale Daulay dengan dua tokoh Rambe di acara Halal Bi Halal marga Siregar Boru Bere di Jakarta, menyoroti permasalahan jalan yang masih berlumpur dan sulit dilalui kendaran bermotor di daerah Sipiongot, Paluta, Sabtu (4/5/2024).

Dua tokoh yang berkomentar tentang keberadaan kampung halaman mereka adalah Tokoh masyarkat Rambe yang bertepatan hadir di acara halal bi halal marga Siregar, Boru Bere adalah Letkol (Purn) Zul Rambe, SH,MH dan Samsir Rambe.

Letkol (Purn) Zul Rambe membuka suara dan mengatakan, bahwa berbicara tentang perhatian, terutama di Kecamatan Dolok, kemudian bicara tentang pembangunan sangat miris!

“Kenapa sangat miris, sejak saya usia 18 tahun meninggalkan kampung halaman Mompang, Kecamatan Dolok, Paluta, dan akhirnya menetap di Jakarta dan sekali dua tahun saya pulang kampung, yang saya lihat dan rasakan tidak ada pembangunan terutama jalan,” kata Zul Rambe.

Baca Juga:   Bincang Tipis-Tipis Jelang Pemilu, Banyak Survei 'Bermunculan' sebagai Penggiring Opini

Baru-baru ini, lanjut Zul Rambe di Palutat ada seorang ibu baru melahirkan terpaksa ditandu pakai bambu karena jembatan ambles dan tidak bisa dilalui kendaraan.

“Dari beberapa periode Bupati yang menjabat di Kabupaten Paluta, sepertinya tidak ada perhatian dan pembangunan sama sekali, terutama di kampung kami. Jalan akses desa ke ibu kota kecamatan Sipiongot masih berlumpur, jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua dan empat, untuk dilalui dengan jalan kaki saja pun susah,” tandasnya.

Sementara tokoh Rambe lainnya Samsir Rambe menyampaikan bahwa di Kabupaten Padang Lawas Utara masih banyak desa bahkan kecamatan yang belum menikmati pembangunan dan perhatian dari pemerintah, bahkan boleh dikatakan mereka belum ‘merdeka’.

Baca Juga:   Darma Wijaya Usulkan 4 Ranperda di DPRD Untuk Wujudkan Visi dan Misi Sergai

“Kenapa saya sebutkan desa di sana masih ada yang belum merdeka, karena listrik belum masuk ke desa mereka, sarana dan prasarana pendidikan masih sangat jauh dari harapan, kemudian masalah infrastruktur. Kalau kita lihat kepemimpinan di Paluta itu sudah berapa periode, artinya apa, kita khusus marga Rambe mempertanyakan kepada para pemimpin yang sudah memimpin di Paluta, apakah Anda ada perhatian dengan desa-desa tertinggal? Apakah APBD-nya yang kurang?” tegasnya.

Oleh karena itu, tambahnya kita harus mencari pemimpin yang benar-benar bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat Paluta. Hari ini, ada muncul marga Siregar bernama Hamsiruddin Siregar yang akan maju menjadi salah satu bakal calon Bupati Paluta. Harapan kita, dengan munculnya calon-calon yang potensial ini bisa membawa perubahan Paluta di masa yang akan datang.

Baca Juga:   Warga Tanjungbalai Resahkan Truk Kelebihan Muatan