Berita Sumut Headline Sumut

Parlindungan Purba Turun Langsung dan Dengarkan Aspirasi Warga 5 Desa di Deli Serdang

DELI SERDANG-Hujan dengan intensitas tinggi baru-baru ini mengakibatkan air sungai yang berada di Kabupaten Deli Serdang meluap dan menyebabkan banjir di beberapa desa.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Sumut Parlindungan Purba, langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mengantisipasi banjir dengan membangun tanggul-tanggul sudah tepat dan patut diapresiasi.

“Namun kita juga berharap agar Balai Wilayah Sungai (BWS) turun langsung melihat kondisi sungai sehingga penanggulangan banjir ini bisa lebih maksimal lagi ke depannya,” kata Parlindungan Purba.

Mantan Anggota DPD RI Asal Sumut ini berjanji akan menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat 5 Desa di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang yang terdampak banjir karena tanggul sungai putih jebol.

“Saya pikir, saya akan menyampaikan surat dan mengupayakan langsung kepada Menteri PUPR. Jadi saya pikir saya tidak lagi melalui Balai Sungai karena responnya kurang positif ,” kata Parlindungan Purba di lokasi tanggul sungai di Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Jumat (23/12/2022).

Sebelum melakukan peninjauan, Parlindungan melakukan pertemuan di Aula Kantor Desa Punden Rejo untuk mendengar dan menerima keluh kesah masyarakat dari 5 desa, masing-masing Desa Punden Rejo, Tanjung Baru, Tanjung Mulia, Desa Pardamean dan Desa Monosari.

Penasehat Apindo Sumut ini merasa kecewa dengan tidak hadirnya pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), padahal jauh hari sebelumnya sudah mengundangnya.

“Sebab ini masalahnya cukup serius maka alangkah baiknya datang langsung untuk melihat. Dan saya sampaikan semalam saya undang, bukan saya tidak undang, saya telepon juga. Tapi hendaknya saya ingatkan kepada pejabat publik supaya pedulilah dengan nasib rakyat,” katanya.

Menurut Parlindungan yang turun langsing ke lokasi, selain perbaikan tanggul, normalisasi sungai juga sangat diperlukan karena kawasan tersebut daerah yang strategis.

“Saya pikir sungai ini harus dinormalisasi karena ada 5 Desa yang langsung berdampak dimana daerah ini selain desa wisata juga merupakan desa industri maupun pertanian. Jadi harus secepatnya ditangani. Untuk itu saya akan menyampaikan permohonan masyarakat ini untuk memperbaiki beberapa tanggul sungai yang jebol dan mereka juga meminta perbaikan daripada sungai ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Punden Rejo Misno menyampaikan harapan masyarakat agar Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR memperbaiki tanggul jebol. Karena berdampak kepada masyarakat, banjir sampai kerumah, kemudian desa wisata pengunjung tidak bisa datang lagi serta berdampak pada areal pertanian yang gagal panen.

“Harapan kami, adanya kunjungan pak Parlindungan Purba agar bisa menyuarakan ke Kementerian PUPR supaya turut serta membantu pembangunan tanggul yang jebol agar permanen,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDA BMBK) Deli Serdang, Janso Sipahutar melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SDA BMBK Deli Serdang Pendi Siregar mengakui, kewenangan untuk perbaikan tanggul yang jebol tersebut merupakan bagian dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, namun begitu pihak SDA BMBK Deli Serdang juga telah menangani sementara.