Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Ekonomi

Penguatan IHSG Tertiup Angin Segar Negosiasi Perang Dagang

×

Penguatan IHSG Tertiup Angin Segar Negosiasi Perang Dagang

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | JAKARTA –  Menurut Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu menilai, penguatan IHSG selama sepekan tidak terlepas dari penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS). Hal ini berpengaruh kepada bursa regional Asia termasuk Indonesia.

Pada perdagangan Jumat (13/12) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,94% ke level 6.197,318 . Penguatan ini sekaligus melengkapi pergerakan IHSG yang selama sepekan telah menguat tipis 0,17%.

“Hal ini sesuai dengan perkiraan kami. IHSG menguat 0,94% dan investor asing juga turut mencatatkan net buy pada pasar regular sebesar Rp 451,5 miliar,” ujar Dessy.

Dessy menilai, pendorong pergerakan IHSG datang dari saham sektor perbankan.

Untuk perdagangan sepekan ke depan, Dessy memproyeksikan, IHSG masih akan bergerak di zona hijau. Sebab, rilis indikator perekonomian seperti neraca perdagangan (trade balance) dapat menjadi katalis positif bagi IHSG.

Baca Juga:   Transaksi Uang Elektronik pada Mei 2021 Meningkat 57,38 Persen

“Perkiraan kisaran untuk satu pekan berada pada level 6.150 – 6.255,” kata Dessy.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG dalam sepekan ini tidak terlepas dari angin segar negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China.

“Mulai ada titik terang akan kesepakatan yang terjadi antara AS dengan China yang akan bertemu pada 15 Desember mendatang,” ujar Herditya.

Selain itu, bangkitnya harga komoditas batubara dan Crude Palm Oil (CPO) juga turut mengerek pergerakan IHSG selama pekan ini.