Berita Sumut Headline Nasional Sumut

Pengukuhan Parsadaan Padang Bolak Julu Lestarikan Kearifan Lokal

JAKARTA-Deklarasi dan pelantikan pengurus Parsadaan Padang Bolak Julu (Parpajul) dengan Ketua Umum Alfian Rusdi Hasibuan digelar di Restoran Raden Bahari, Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (19/11/2022).

Pengurus Parpajul dilantik oleh Ketua Umum Parsadaan Padanglawas Utara (Parpaluta) Hamsir Siregar yang dalam sambutannya merasa optimis organidasi Parpajul bisa langgeng dan maju ke depan, mengingat Ketuanya Alfian R. Hasibuan adalah sosok berjiwa sosial dengan diksi daerah “Ra” “Ro”, maksudnya mau kerja dan rajin menghadiri hajat.

“Setiap kali menggelar acara donasi, Alfian aktif bekerja dan cakap membangun komunikasi,” tandas Hamsir.

Karena itu, sebagai Ketua Umum Parpaluta yang menaungi Parpajul, Hamsir berharap semua Parsadaan yang bernaung di Parpaluta agar membangun sinergi demi kemajuan bona pasogit dan yang di perantauan.

Hamsir juga mengajak semua pihak untuk berpegang teguh pada adat istiadat dan falsafah suku Batak yaitu Dalihan Na Tolu (somba marhula-hula, elek marboru serta manat mardongan tubu) dan manjappal tu balian, mangalingei tu bagasan. Maksudnya, mencari kehidupan maju di perantauan, kemudian mendistribusikan hasilnya ke daerah.

“Seperti yang dilakukan Parsadaan Padang Bolak Tenggara, Parpateng, memberi beasiswa pada anak yatim dan kurang mampu di kampung halaman,” kata Hamsir Siregar.

Acara pelantikan dan dirangkai dengan silaturahmi itu semakin meriah dengan dipandu pembawa acara kondang Parpaluta, Episantri Rambe dan Mandongar Siregar, yang kaya dengan pantun-pantun daerah Paluta.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Parsadaan Luat Portibi, Akhmad Gojali Harahap merasa bangga dengan deklarasi Parpajul ini. Dimana, dalam acaranya menampilkan nasyid, yang sudah lama menghilang dalam acara-acara resmi.

“Parpajul adalah ‘bayi’ yang baru lahir dan langsung berlari kencang dan sudah punya massa atau lagu organisasi, setingkat kecamatan menggelar acara di restoran mewah adalah sebuah isyarat bahwa Parpajul menemukan kejayaan di masa mendatang, ” katanya.

Menanggapi Gojali, Alfian Rusdi Hasibuan, Ketum Parpajul, merasa apresiasi itu sebagai pelecut semangat untuk lebih kompak seterusnya. Parpajul bersatu dalam perbedaan, berbaur tanpa skat status sosial dan merujuk pada falsafah dalihan na tolu.

“Menyikapi teori perubahan sosial, yaitu adanya pergeseran perilaku masyarakat dari pedesaan ke perkotaan, dari tradisional ke modern. Sehingga, nilai-nilai tradisional seperti Nasid dan tortor bisa hilang. Itulah bagian yang disebut sebagai kearifan lokal. Selain contoh di atas, juga seperti “Dalihan Natolu” bisa tergerus gara-gara modernisasi, apalagi era digitalisasi seperti sekarang ini, ” jelas Gojali, politikus muda Parpaluta.

Menurut Alfian Rusdi Hasibuan, apa yang disampaikan Raja Inal Siregar pada masa kepemimpinannya “Marsipature Hutana Be- atau membangun kampung halaman masing-masing masih sangat relevan dengan kondisi kita sekarang.

“Kearifan lokal yang kita miliki seperti tortor dan nasyid harus dilestarikan. Falsafah dalihan na tolu harus direvitalisasi agar anak-anak kita ke depan masih mengerti tutur atau silsilah dalam adat istiadat, ” sambung Gojali.

Ketua Umum Parpajul, Alfian R. Hasibuan, mengatakan Parpajul akan dinakhodai dengan gaya egaliter. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Organisasi dibangun dengan supertim, bukan superman.

Di akhir kegiatan, sesama perantau asal Padanglawas Utara saling bertukar cerita dan menjalin kebersamaan serta mempererat tali persaudaraan dan tali silaturahmi.