Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Sumut

Presiden Jokowi kepada Gubsu: Danau Toba Masuk Destinasi Pariwisata yang Prioritas

×

Presiden Jokowi kepada Gubsu: Danau Toba Masuk Destinasi Pariwisata yang Prioritas

Sebarkan artikel ini

Jakarta-mediasumutku: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba di Sumatera Utara (Sumut) untuk masuk menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas dan super prioritas.

Karena itu, Presiden Jokowi, pemerintah akan mengebut pembangunan di kawasan Danau Toba. Hal yang sama akan dilakukan pemerintah pusat ke kawasan pariwisata lainnya seperti Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dan Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut keterangan pihak Humas Pemprov Sumut yang diterima para wartawan di Medan, Selasa (16/7/2019), komitmen Presiden Jokowi itu diungkapkan dalam Rapat Kabinet Terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas di Kantor Kepresidenan RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019) sore.

Baca Juga:   Kapolres Sergai Pimpin Cek Portal Posko PPKM Mikro di Pos Penyekatan

Rapat terbatas itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri, juga Gubsu Edy Rahmayadi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Rapat ini akan membahas mengenai pengembangan destinasi pariwisata prioritas. Tiga tahun lalu sudah disampaikan bahwa akan dibangun 10 Bali baru, tetapi sekarang kita memang baru memberi prioritas pada 5 lokasi terlebih dahulu,” kata Presiden Jokowi.

Kata Presiden, destinasi pariwisata yang menjadi prioritas dan super prioritas, yang akan dikebut pembangunannya antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

Namun, menurut Jokowi, masih ada masalah yang harus dituntaskan di beberapa lokasi wisata prioritas tersebut.

Baca Juga:   200 Personil Gabungan Amankan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Di KPU Sergai

Pertama, terkait masalah pengaturan dan pengendalian tata ruang yang masih perlu dibenahi dan ditata lagi.

Kedua, soal akses dan konektivitas menuju kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas. Menurut Presiden, masih banyak yang perlu dibenahi, seperti airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan ke tujuan wisata dan dermaga/pelabuhan.

“Semuanya perlu dibenahi secepatnya,” tegas Presiden. Presiden juga memerintahkan para menteri agar tahun ini digarap dan tahun depan selesai.

Sebab, ujar Presiden, karena ada peluang yang besar untuk menarik wisatawan mancanegara yang dapat menghasilkan devisa sebanyak-banyaknya.

Ketiga, menurut Presiden, fasilitas yang tersedia di lokasi wisata perlu dicek secara baik. Presiden meminta pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk turun ke bawah, sama-sama membenahi.

Misalnya penataan pedagang kaki lima (PKL) penataan resto kecil, dan penyediaan toilet.
Keempat, berkaitan dengan SDM.

Baca Juga:   Kunker Ke Kejari Sergai, Kajati Sumut Imbau Seluruh Jajaran Kompak Dukung Rencana Aksi Nasiona

Presiden berpesan agar gubernur, bupati dan walikota gotong-royong menangani pedagang, pemilik hotel, dan pemilik kapal.

“Semuanya diberikan training dan pelatihan, sehingga mereka bisa mampu melayani wisatawan dengan baik, dengan keramahtamahan dan senyuman,” katanya.

Kelima, Presiden mengatakan, berkaitan dengan produk-produk yang ada di kawasan wisata tersebut, pasar seni dan budaya yang perlu ditampilkan.

Misalkan tarian tradisi yang ada. Presiden memerintahkan Bekraf untuk bisa menyuntikkan dana untuk kostum penari sehingga bisa diperbarui.

Terakhir, Presiden mengarahkan agar promosi pariwisata yang dilakukan secara besar-besaran dan secara terintegrasi.

Sehingga mendapatkan multiplier effect yang besar, juga memberikan pertumbuhan pada ekonomi daerah dan nasional.(hh)