Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Ekonomi

Surplus Neraca Perdagangan Semakin Menguat

×

Surplus Neraca Perdagangan Semakin Menguat

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi/int

MEDAN– Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif
di tengah tren pemulihan pascagelombang ke-2 pandemi Covid 19.

Hal itu ditandai dengan neraca perdagangan Agustus 2021 yang mencatatkan surplus sebesar USD 4,74 miliar.

Nilai tersebut merupakan surplus neraca perdagangan tertinggi sejak 2006. Surplus perdagangan tersebut terdiri atas surplus neraca nonmigas sebesar USD 5,73 miliar dan defisit neraca migas USD 0,98 miliar.

“Neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 4,74 miliar,” jelas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada konferensi pers virtual, Sabtu (19/9/2021).

Surplus perdagangan Agustus ini melanjutkan tren surplus yang terjadi selama 16 bulan terakhir dan bahkan merupakan surplus dagang tertinggi sejak Desember 2006.

Baca Juga:   Neraca Perdagangan Luar Negeri Di Agustus Turun 7,55 Persen

Mendag menyampaikan, penguatan neraca tersebut ditopang pertumbuhan ekspor yang sangat baik.

“Ekspor pada Agustus 2021 bahkan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai mencapai USD 21,42 miliar. Baru pertama kali ekspor bulanan nonmigas melampaui USD 20 miliar. Tentunya ini pencapaian yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan,” jelas Mendag Lufti.

Sementara itu, secara kumulatif surplus perdagangan selama Januari-Agustus 2021 mencapai USD 19,17 miliar. Surplus tersebut terdiri atas surplus neraca nonmigas USD 26,65 miliar dan defisit migas USD 7,48 miliar.

Selain itu, Mendag juga mengungkapkan, penguatan neraca perdagangan juga didukung pertumbuhanharga komoditas unggulan serta peningkatan permintaan. Dari sisi permintaan, terjadi peningkatan impor di negara mitra dagang Indonesia pada Agustus ini, antara lain RRT dengan pertumbuhan impor 33,1 persen YoY, India 51,5 persen YoY, dan Vietnam 21,0 persen YoY.(MS11)

Baca Juga:   Lanjutkan Tren Positif, Neraca Perdagangan Februari Kembali Surplus