Berita Sumut Headline Nasional Politik

Survei DGP Sumut, Pilpres 2024 Hanya Ada Dua Poros dan Dukung Erick Thohir Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

MEDAN-Dulur Ganjar Pranowo (DGP) Sumatera Utara melakukan survei untuk menentukan siapa calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendampingi Capres Ganjar Parnowo.

Ketua DGP Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan mengatakan ada 12 nama Cawapres yang muncul dari hasil survei yang dilakukan DGP di Sumatera Utara.

“Berdasarkan program daulat rakyat melalui kegiatan rakyat bersuara yang dilakukan di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara maka rakyat Sumatera Utara melalui DGP mengusulkan 12 nama yang akan mendampingi mas Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024,” kata Sutrisno Pangaribuan didampingi Dewan Pembina DGP Pusat Victor E. Simanjuntak dan Djasarmen Purba dalam konferensi pers DGP di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (21/10/2022).

Sutrisno mengatakan, program Daulat Rakyat dirancang oleh DGP untuk menegaskan kembali bahwa kekuasaan tertinggi negara Indonesia berada di tangan rakyat.

“Sehingga apapun visi misi dasar dan tujuan pada Pilpres 2024 mas Ganjar harus melibatkan dan mendengar suara rakyat,” katanya.

Sementara menurut analisis salah seorang pembina DPP DGP Victor Simanjuntak dalam diskusi di Medan meyakini pilpres 2024 nanti hanya akan ada dua poros dengan 7 partai yang terlibat.

“Jika pun ada poros ketiga, dimana NasDem, Demokrat dan PKS bersatu, diakhirnya nanti akan tetap kembali menjadi dua poros dengan koalisi besar. Sedangkan Ganjar kami yakin akan berada di poros PDIP, meski itu tetap menunggu restu Ketua Umum PDIP,” kata Victor.

Terkait dengan 12 nama Cawapres yang disurvei DGP, Victor E. Simanjuntak menyampaikan bahwa nama-nama tersebut muncul pada saat dilakukan survei.

“DGP tidak menjaring nama Cawapres, tetapi sebelum konpres DGP ini, kita sudah terlebih dahulu menanyakan kepada masyarakat Sumut, siapa calon Wapres pilihan mereka, maka 12 nama itu yang muncul,” katanya.

Jika kepada DGP ditanyakan, lanjut Victor Simanjuntak dari 12 nama itu siapa yang paling berpeluang, kami mengatakan, sangat tergantung kepada kebutuhan. Kita tahu bahwa saat ini dunia sedang menghadapi resesi ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 serta perang Rusia dan Ukraina, yang dengan hebatnya menghempaskan perekonomian AS dan Eropa serta berbagai negara lainnya, namun Indonesia dapat bertumbuh diatas 5%, Bank Dunia memprediksi tahun 2023 Indonesia tetap bertumbuh 5%.

“Ini berarti program pembangunan Jokowi sudah pada jalur yang benar yang membuat pondasi Indonesia kuat, maka hal ini harus di pertahankan, dan dilanjutkan, siapa yang dapat melanjutkan? Tentu Ganjar, nah kalau kepentingannya adalah untuk melanjutkan apa yang telah dicapai oleh Jokowi, Wapres yang tepat adalah Erick Thohir,” tandasnya.

Ketika ditanya, apa alasan kuat kenapa menempatkan Erick Thohir pada urutan pertama dan memiliki peluang besar menjadi Cawapres?

Alasan pertama, lanjutnya Erick Thohir bisa menjadi Presiden Club sepak bola yang besar, yaitu Inter Milan, ini bukan hal yang mudah, sebab  sepak bola di Eropa itu merupakan industri besar, yang mampu memainkan itu hanya para taipan super kaya dari Amerika, Eropa dan Negara kaya Arab, tetapi Erick mampu mengambil alih dan mengelola Inter Milan.

Kedua, dalam perhelatan Pilpres 2019, Erick dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Jokowi, dan Erick mampu mengorganisir dengan baik dan menghantarkan Jokowi jadi pemenang.

Ketiga, sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir juga melakukan berbagai terobosan positif, membuat BUMN berperan besar menguatkan ekonomi Indonesia.

“Alasan keempat, sebagai Menteri BUMN, Erick tahu benar program Jokowi, maka dia yang paling tepat sebagai Cawapres untuk melanjutkan program Jokowi,” katanya.

Dalam paparan tersebut, Sutrisno Pangaribuan juga menyampaikan 12 nama calon wakil presiden yang dijaring oleh DGP adalah Erick Thohir (Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju), Hary Iswanto Tanoesoedibjo (Ketua Umum Partai Perindo), Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif di kabinet Indonesia Maju), Chairul Tanjung (Pengusaha), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kabinet Indonesia Bersatu), Surya Paloh (Ketua Umum Partai NasDem), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Mardiono (Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan), Zulkifli Hasan (Ketua Umum DPP Partai PAN), Dudung Abdurachman (KASAD) dan Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara).