Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlinePerkebunan & Pertanian

Wagubsu: Direktur Baru PT Perkebunan Harus Lakukan Evaluasi

×

Wagubsu: Direktur Baru PT Perkebunan Harus Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Tanjungkasau, Mediasumutku.com– Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajeckshah meminta para direktur baru yang terpilih harus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) secara keseluruhan. Sebab, PT PSU merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara dan harus mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) semaksimal mungkin.

Wagubsu menyampaikan hal ini saat mengunjungi Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Tanjungkasau, Desa Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sabtu (21/9/2019). Turut hadir dalam peninjauan di antaranya Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Effendy Pohan, dan Manager PMKS Tanjungkasau. Sebagai informasi, PMKS sudah beroperasi sejak tahun 2005, artinya sudah hampir 14 tahun beroperasi, dan saat ini memiliki kapasitas sekitar 20 ton.

“Saat ini kita berikan kesempatan kepada direksi yang baru untuk bekerja, untuk membenahi dan mengevaluasi segala permasalahan yang ada mulai dari permasalahan internal. Hasilnya nanti akan segera dilaporkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, karena ini adalah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” ujar Wagubsu.

Baca Juga:   Hasil Rapid Test, 61 Personel Satlantas Polres Sergai Non Reaktif

Sesampainya di PMKS, Ijeck langsung meninjau satu demi satu bagian, mulai dari paling awal yakni bagian sortasi TBS. Ia mengecek secara langsung kualitas buah dan cara karyawan melakukannya. “Sengaja saya tinjau mulai dari awal yakni bagian sortasi loading ramp sampai turun ke semua station hingga bengkel untuk melihat seluruh kondisi pabrik,” ujar Ijeck.

Usai meninjau, Ijeck mengakui kondisi pabrik dalam kondisi cukup bagus. “Namun masih sangat perlu perawatan. Karena banyak sparepart yang tidak stand by, khususnya boiler. Bagaimanapun, pabrik ini harus bagus, harus terawat. Karena hal ini berpengaruh kepada produksi minyak yang dihasilkan,” ujar Ijeck.

Walaupun begitu, dalam tinjauannya, Ijeck melihat masih kurangnya perawatan pabrik.

Wagubsu Musa Rajeckshah meninjau pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) Tanjangkasau milik PT PSU yang berada di Desa Sei Suka, Kabupaten Batubara

“Namanya pabrik ya kuncinya adalah perawatan. Di pabrik ini, saya belum liat secara menyeluruh. Namun di lihat dari kondisi buah TBS (tandan buah segar) yang masuk harus lebih diperhatikan. Karena saya lihat tadi, dari TBS yang masuk, masih banyak buah yang harusnya tidak masuk masih tertumpuk di loading ramp,” ujar Ijeck.

Baca Juga:   Ini Permintaan Warga Bantaran Sungai Babura Kepada Bobby Nasution

Saat ini Ijeck memberikan kesempatan kepada direksi yang baru untuk bekerja dan membenahi serta mengevaluasi segala permasalahan yang ada mulai dari permasalahan internal baik dari kinerja karyawan, dari jumlah karyawan juga dengan kondisi pabrik.

“Kita akan lihat kondisi keuangan kita juga, mudah -mudahan bisa segera pulih normal. Dan juga pabrik ini tidak boleh terbebani dengan karyawan-karyawan yang tidak produktif dan tidak efisien,” jelas Ijeck.

Ia berharap, PAD yang dihasilkan PT PSU bisa meningkat sehingga hal ini bisa mempercepat pembangunan Sumatera Utara. Sebelum beranjak dari PMKS, Ijeck menyempatkan diri bertemu karyawan PT PSU. Ijeck berpesan kepada karyawan agar bekerja serius dan tidak bermain main dan jujur dalam bekerja.

“Bekerja harus jujur dan bertanggungjawab. Ke depan, saya minta kepada direktur, siapa pun yang melanggar karena unsur kesengajaan harus segera ditindaktegas tanpa memandang siapa pun,” ujar Ijeck.

Baca Juga:   Kajati Sumut Dukung Perayaan Natal PWI Sumut

Ijeck merasa perlu untuk membenahi kinerja BUMD khususnya PT PSU karena Pemprov Sumut menargetkan adanya peningkatan PAD. Jadi, tegas Ijeck, saat ini BUMD harus serius, tidak bisa bermain main lagi.

Senada dengan Ijeck, Direktur Utama PT PSU Gazalli Arief menegaskan, akan segera membenahi internal perusahaan. Perbuatan seperti mabuk, judi, asusila dan manipulasi adalah hal-hal yang tidak bisa dikompromikan. Dijelaskan Gazali, saat ini salah satu tindakan tegas yang sudah dilakukan untuk memperbaiki internal perusahaan adalah menindak tegas karyawan yang berbuat curang.

“Sekarang ini ketika kami menemukan Kepala Tata Usaha tidak jujur, kita langsung berhentikan,” tegas Gazali. Harapan Gazali, dengan adanya perubahan, akan membawa kebaikan pada perusahaan. “Insya Allah dengan seperti itu kita akan lebih cepat memperbaiki kebun dan pabrik kita,” ujar Gazali.(MS1/MS1)