Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlinePeristiwaSumut

Warga Binaan Panti Susila Berastagi Ditemukan Keluarganya

×

Warga Binaan Panti Susila Berastagi Ditemukan Keluarganya

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Berastagi – Diketahui telah hilang 5 tahun, Rina Rismayanti (27), warga Kampung Bojongnangka Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dan selama ini dianggap meninggal oleh keluarganya. Rina berhasil ditemukan dan dipulangkan dari Medan, setelah 9 bulan di UPT Panti Susila, di Berastagi dan mendapatkan pembinaan.

Sempat bingung juga pihaknya, pasalnya setelah dibina selama 9 bulan, Rina mau diserahkan kemana. Atas inisiatif Staf UPT kami masukanlah dia ke media sosial Facebook. Selang tak lama, mendapat kabar ternyata ada pihak keluarganya yang mengakui, akhirnya ketemulah sama keluarganya.

Demikian yang dikatakan Kepala Seksi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Utara Rotua Siregar kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (7/2/2020) kemarin.

Baca Juga:   Inspeksi Umum Pengawasan Kejaksaan Agung di Kejati Sulteng

Menurutnya, Rina terjaring Dinas Sosial Deli Serdang karena tidak memiliki identitas. Kemudian, Rina dikirim ke UPT Dinsos Sumut di Berastagi, yakni Panti Tuna Sosial Tuna Laras di Berastagi. “Jadi dibina selama 9 bulan di Brastagi.,” katanya, Jumat (7/2/2020).

Kepala Seksi Pengasuhan dan Rehabilitasi Sosial di Panti Tuna Sosial Tuna Laras Berastagi Romianto Imanuel Ginting mengatakan, pihaknya menerima Rina pada Mei 2019 yang dibawa oleh Dinas Sosial Deli Serdang dan Karang Taruna Deli Serdang.

“Kondisinya saat diantar petugas Dinsos Deli Serdang dan seseorang dari Karang Taruna Deli Serdang, jadi dia dikirim karena terlantar dan kurang komunikatif,” katanya.

Setelah menerima Rina, dia sempat mencari tahu keberadaan keluarganya. “Tidak ada identitas apapun. Hanya surat pengantar bahwasanya direhab sementara menunggu keluarganya. Karena kalau terlantar nanti di sana bolak-balik, Dinsos khawatir dan terjadi hal-hal tidak diinginkan. Karena mereka kan tidak punya panti sehingga inisiatif membawanya ke Berastagi,” ujarnya.

Baca Juga:   Selisih Paham Dengan Teman, Kejati Sumut Hentikan Perkara Arianti dengan Pendekatan Keadilan Restoratif

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Wanita Tuna Susila, Lilis Simamora mengatakan, Rina diberikan pembinaan agama, berbagai keterampilan masak memasak hingga keterampilan Jahit-menjahit selama 9 bulan. “Kita tanya nanti berubah-ubah jawabannya.

Jadi pun kami bingung. Sampai lama gitu, kami pun kasihan. Kemana mau dipulangkan. Omongannya pun selalu berubah. Dia kesulitan nangkap pembinaan yang diberikan, tampaknya depresi berat dia,” katanya.

Dijelaskannya, karena sudah begitu lama dalam masa pembinaan dan tidak diketahui keluarganya, maka ada berinisiatif mengunggah foto Rina di akun Facebook. “Jadi kami punya inisiatif dengan staf, dibantu dimasukkan ke facebook.

Jadi dikomen lah, ada yang menjembatani mulai dari Karangtaruna, Dinas Sosial, advokat, bahkan sampai Walikota Tasikmalaya, akhirnya ketemu sama orangtuanya,” katanya.

Baca Juga:   Bersama 15 Jenderal, Wakasad Deklarasikan Club Sepeda TNIAD di Sumbar

Lilis menambahkan, usahanya mengungah foto Rina di Facebook akhirnya membuahkan hasil. “Makanya syukur kalilah ketemu keluarganya. Waktu video call sama bapaknya disitulah, Rina menangis. Sama-sama menangislah mereka. Iya itu bapakku,sebut Rina,” katanya. (kc/MS8)