Peristiwa

Ngaku Dikeroyok, Supir Truk Laporkan Petugas Jembatan Timbang Limapuluh

mediasumutku.com | BATUBARA–Seorang supir truk, Zakaria (59) warga Asahan, melaporkan kejadian penganiayaan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas jembatan timbang Limapuluh, Kabupaten Batubara ke Polsek Limapuluh.

Zakaria menceritakan kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Jumat (2/10/2020) sekitar pukul 10.00 WIB saat ia membawa truk tangki dari Kisaran menuju Kuala Tanjung. Namun, saat melintas di jembatan timbang kenderaannya dihadang oleh petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermuatan (UPPKB) Jembatan Timbang Limapuluh.

Beberapa petugas di sekitar jembatan timbang berupaya memberhentikannya, namun kerena ia tak membawa muatan ia tak ingin berhenti dan menyalakan lampu isyarat agar petugas menepi. Karena, truk yang ia bawa tak juga ada tanda menurunkan kecepatannya, truknya dilempar oleh benda keras. Lemparan diduga datangnya dari petugas.

Merasa tak terima, Zakari berhenti dan mengambil kayu menantang petugas jembatan timbang. Disitulah terjadi penggeroyokan terhadap dirinya. Akibat penganiayaan ini, tubuh pria paruh baya tersebut mengalami luka-luka. Pakaian yang ia kenakan berlumpur karena diseret petugas Jembatan Timbang hingga ke kantor.

Di tempat terpisah, Kapolsek Limapuluh IPTU Rusdy melalui Kanit Reskrim IPDA A.Sitorus membenarkan laporan Zakaria.

“Kedua belah pihak sudah melaporkan. Zakaria mengaku dikeroyok, sedangkan petugas UPPKB Jembatan Timbang membuat laporan unsur kesengajaan sopir truk melakukan penabrakan terhadap petugas jalan raya,” katanya dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Di tempat terpisah Kepala UPPKB Jembatan Timbang Limapuluh, Bakhtaruddin yang dikonfirmasi menyangkal semua tuduhan Zakaria.

“Tidaklah mungkin aparatur penegak hukum melakukan penganiayaan terhadap masyarakat. Justru sopir truk yang ingin menabrak anggota saya yang sedang melaksanakan tugas di jalan raya,” tegasnya. (MS10)