Hukrim

Wajahnya Dikenali Dari CCTV, Tiga Pelaku Copet Ditangkap

medisumutku.com | TANJUNGBALAI – Tiga bulan yang lalu, Polres Tanjungbalai menerima laporan atas kejadian pencopetan yang dilakukan oleh tiga orang ibu rumah tanggal (IRT) di salah satu toko emas di Jalan Letjen Suprapto Kecamatan Tanjungbalai Utara. Polisi yang melakukan olah kejadian perkara mempelajari langsung peristiwa tersebut melalui rekaman CCTV di lokasi.

Namun, tiga bulan berselang, salah satu ibu-ibu ini berhasil dikenali Polisi. Tim Tekab Reskrim Polsek Tanjungbalai Utara melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan personel Sat Reskrim Polres Tanjungbalai berhasil mengidentifikasi salah satu diantara mereka bernama Poniyem.

Hasilnya, berdasarkan keterangan Poniem ia mengakui perbuatannya dan menangkap dua rekannya yang lain yang kerap melakukan aksi pencopetan masing masing Poniem alias Ipon (45), warga pasar IV Desa Air Joman Baru, Saryani alias Nani (35) dan Suliem alias Sisu (37)–keduanya warga Desa Punggulan–Kecamatan Air Joman, Asahan.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Dahlan membenarkan penangkapan tersangka, pada Senin (14/9/2020).

Penangkapan ketiganya berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/16/VI/2020/SU/Res T Balai/Sek Utara, tanggal 22 Juni 2020 oleh Yesi (40), warga Jalan Kelong, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Sebelumnya, Yesi, korban pencopetan mengatakan, pencurian itu terjadi saat ia hendak membeli emas ke Toko Emas Milala di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Senin (22/6/2020) sekira pukul 10.30 Wib.

Tanpa disadari Yesi, empat orang wanita merapat mendekatinya. Salah satu di antaranya kemudian mengambil dompet dari dalam tas sandang yang dibawa Yesi.

Akibat pencurian itu, Yesi mengaku, kehilangan dompet warna biru yang berisi ATM, KTP dan uang tunai Rp3.000.000. Namun, tanpa disadari para pelaku, aksi mereka itu terekam kamera pengintai (CCTV) toko.

“Dari hasil penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV, terduga pelaku adalah Poniem alias Ipon bersama 3 temannya,” jelas Ahmad Dahlan.

Setelah 3 bulan berlalu, Poniem ternyata kembali mencoba melakukan aksi serupa di Pasar Bahagia Tanjungbalai. Namun aksinya diketahui oleh salah satu anggota Polisi wanita (Polwan) yang telah curiga melihat gerak geriknya. Kawanan ini akhirnya ditangkap dan mengakui perbuatannya untuk diproses hukum. (MS10)

Tinggalkan Balasan