Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
ArtikelHeadlineInternasional

Aneh! Anak Ayam ‘Warna-Warni’ Paling Dicari saat Wabah COVID-19

×

Aneh! Anak Ayam ‘Warna-Warni’ Paling Dicari saat Wabah COVID-19

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | ANAK ayam warna-warni bukan hal asing untuk warga Indonesia. Hewan satu ini bahkan tidak dijual hanya di pasar, melainkan depan sekolah. Tapi, tahukah Anda kalau anak ayam sekarang jadi ‘barang incaran’ banyak orang?

Ya, percaya atau tidak, masyarakat dunia kini banyak yang berburu anak ayam saat pandemi COVID-19. Seperti laporan New York Post (8/4), masyarakat Amerika mengincar hewan mungil ini dibandingkan tisu toilet seperti yang dilakukan masyarakat Asutralia.

Dalam beberapa minggu terakhir, serentetan laporan mengungkapkan, warga di Utah, Missouri, dan Texas mulai mengincar anak ayam, bahkan mereka rela membeli anak ayam dalam jumlah yang banyak. Situasi ini biasa disebut juga dengan nama ‘panic-buying’.

Baca Juga:   Presiden Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Harapan Terbaik bagi 53 Patriot Penjaga Kedaulatan Negara

Situasi ini terjadi karena semakin susahnya masyarakat di sana menemukan telur ayam. Hal ini disampaikan laporan Food and Wine, kemungkinan terjadinya ‘panic-buying’ membeli anak ayam karena stok telur dan daging ayam makin tipis.

“Harga telur ayam meroket, stok bahan makanan menipis, bahkan ketersediaan secara global sudah sangat jarang,” terang laporan tersebut menjelaskan alasan anak ayam mulai diincar.

‘Panic-buying’ anak ayam ini akhirnya membuat salah satu toko yaitu Ogden Intermountain Farmers Association di Utah menjual lebih dari 1.000 anak ayam dalam satu bulan penjualan.

Kondisi ini tak jauh berbeda dengan di Texas. Toko Strutty’s Feed and Pet Supply pun telah menjual 300 hingga 350 anak ayam per minggunya. Bahkan, di Lebanon, ada sebuah toko yang mampu menjual anak ayam sebanayk 250 ribu ekor per minggunya.

Baca Juga:   Pemkab Sergai Gelar Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Aparatur Desa