Nasional Politik

Bincang Tipis-Tipis Jelang Pemilu, Banyak Survei ‘Bermunculan’ sebagai Penggiring Opini

JAKARTA-Bincang Tipis-Tipis Erman Tale Daulay dengan politisi Partai Amanat Nasional Ir. Ibnu Mahmud Bilalludin pada channel Youtube Tale Trias Info mengupas topik tentang Jelang Pemili banyak bermunculan survei penggiring opini.

Mengawali perbincangan dengan politisi PAN ini, Erman Daulay menyampaikan bahwa berdasarkan hasil salah satu lembaga survei menyebutkan bahwa ada sekitar 45 persen dari pengikut PAN yang kabur, dan dari survei tersebut disampaikan bahwa partai paling banyak ditinggalkan oleh konstituennya adalah PAN.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ibnu Mahmud Bilalludin menyampaikan, pertama survei itu kalau kita lihat selalu tentang masa lalu, jadi harus kita lihat survei itu dilakukan dari tanggal berapa sampai tanggal berapa.

“Sementara politik itu aktif dan selalu berubah (dinamis) jadi dia akan berubah setiap saat. Survei tentang masa lalu ya hasilnya begitu saja. Sampai detik ini, kita masih punya Anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dan partainya juga lolos verifikasi dan kita siap menghadapi Pemilu, itu prinsip pertama kita,” katanya.

Lebih lanjut Politisi PAN ini menyampaikan, tidak bisa hasil survei itu serta merta diproyeksikan ke depan secara gari lurus. Setiap saat selalu terjadi perubahan.

Kemudian, yang kedua disampaikan bahwa pada saat dilakukan survei terjadi pergerakan, itu tidak hanya menimpa diri PAN, partai lain juga ada yang mengalami hal serupa. Nanti pembuktiannya kita lihat pada saat Pemilu.

“Yang pasti, ada beberapa survei yang dijadikan sebagai penggiringan massa. Massa itu kan punya psikologi, nanti kalau mereka melihat maka kita perlu memberikan penjelasan terkait hasil survei itu,” katanya.

Kalau melihat hal-hal seperti ini, lanjut Ibnu Mahmud Bilalludin harus disikapi dengan bijak. Dan kita sampai hari ini masih bekerja dan kita yakin lebih baik dalam menghadapi Pemilu.

Terkait dengan para calon legislatif yang diharapkan bisa menambah kepercayaan diri Partai dalam menghadapi Pemilu. Jadi, suara para caleg ini nantinya sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada PAN.

Orang-orang yang dulunya ada di Partai PAN dan kini sudah diluar partai, lanjut Ibnu Mahmud Bilalludin memang bisa mempengaruhi. Karena, ketika yang ini keluar maka yang itu masuk untuk menutupi suara yang terpengaruh tadi.

“Itulah politik. Nanti pembuktiannya kita lihat pada saat Pemilu. Kita tidak pernah risau dengan hasil lembaga survei, karena politik itu aktif dan dinamis,” tandasnya.