Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Kesehatan

Dosen IKH Medan Beri Sosialisasi Perawatan Luka berbasis Komplementer pada Lansia

×

Dosen IKH Medan Beri Sosialisasi Perawatan Luka berbasis Komplementer pada Lansia

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Dosen Institut Kesehatan helvetia (IKH) Medan memberikan edukasi tentang perawatan luka berbasis komplementer pada lansia dengan penyakit tidak menular (PTM) dalam rangka memperingati hari lanjut usia ke-28 tahun 20024, belum lama ini.

Kegiatan tersebut merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu bentuk dari Tri Dharma Perguruan tinggi dosen yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat khusus nya lanjut usia (lansia) dalam merawat luka dengan teknik komplementer menggunakan madu pada luka.

Dosen Institut Kesehatan helvetia yang melakukan pengabdian ini adalah Mulidan, S.Kep.,Ns.,M.Kep selaku ketua, serta anggota 1 Dedi, S.Kep.,Ns.,M.Ke,  anggota 2 Heri Saputra, M.Fis selaku dosen anggota serta beberapa orang mahasiswa dari Prodi S1 Keperawatan.

Mulidan, M.Kep selaku ketua tim mengatakan, perawatan luka komplementer adalah suatu suatu prosedur merawat luka dengan menggunakan obat alami seperti madu pada luka baik luka akut maupun kronis,madu terbukti efektif dalam emningkatkan penyembuhan luka,mempercapat pembentukan jaringan baru dna efektif memberikan kelebapan yang berfungsi mempercepat penyembuhan luka.

Baca Juga:   Dosen IKH Medan Berikan Penyuluhan Dampak Pernikahan Dini Pada Remaja

“Ada 200 lansia yang mengikuti kegiatan ini dan lansia pun sangat antusias mengikuti penyuluhan bagaimana teknik pererapan luka secara komplementer,” ujar Mulidan.

Dia menjelaskan, pengertian manajemen perawatan luka komplementer ini mencakup tentang hal-hal atau prosedur steril dalam perawatan luka dengan bahan alami/herbal dalam mendukung penyembuhan luka. Perawtaan luka komplementer menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui oleh lansia,agar tidak terjadi komplikasi yang berkepanjangan jika luka tidak terawatt secara benar dan tepat.

“Perawatan luka berbasis komplementer dikembangkan dengan tehnik modern sesuai standart Internasional yaitu perawatan luka berbasis herbal dengan tetap menggunakan moist wound healing  dan moist wound dressing  yang didukung dengan telah tersedianya jenis jenis dressing modern berbasis lembab untuk hasil penyembuhan luka yang optimal, baik dilihat dari kualitas integritas jaringan, waktu proses penyembuhan, peningkatan quality of life dan patient safety.” jelasnya.

Baca Juga:   Menkes Minta Daerah Prioritaskan Vaksinasi untuk Lansia

Mulidan juga mengemukan, bahwa hasil dari sosialisasi perawatan luka berbasis komplementer, lansia lebih memahami bagaimana perawatan luka yang benar dan baik,menambahkan wawasan lansia tentang perawatan luka secara komplementer ,lansia nampak mengerti dn paham dengan materi yang sampaikan.

Riza Fahroni Nasution, SH.,MM. selaku Kepala UPTD. Pelayanan Sosial lanjut Usia Binjai menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kegiatan yang sama dapat dilakukan kembali. (***)