Berita Sumut Headline Medan Politik Sumut

DPRD Medan Minta Dishub Perketat Uji KIR Truk Trailer

MEDAN-Keberadaan truk trailer gandeng dan truk tronton di kawasan Medan Utara dipertanyakan kepada Dinas Perhubungan Kota Medan. Anggota DPRD Medan yang tergabung di Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Medan Tahun 2021 mempertanyakan hal tersebut.

Sebab, keberadaan truk dimaksud sangat meresahkan masyarakat karena banyak terjadi laka lantas hingga menyebabkan kematian.

“Keberadaan truk trailer di Medan Utara mohon ditertibkan. Banyak truk gandeng yang tidak layak jalan, bagaimana tahapan uji kelayakan terhadap trailer itu,” demikian disampaikan Ketua Pansus LKPJ Haris Kelana Damanik saat pembahasan LKPJ Walikota Medan Tahun 2022 di Gedung DPRD Medan, Senin (18/04/2022).

Saat melakukan uji emisi kelayakan KIR, kata Haris Kelana hendaknya dilakukan pengawasan lebih maksimal. Sehingga, bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan dapat dilakukan perbaikan.
“Apa uji berkala (KIR) kendaraan bagi truk trailer hanya formalitas,” tandas Haris.

Perlu dilakukan pengawasan dengan ketat agar truk trailer yang melintas bisa diminimalisir dan laka lantas pun bisa terhindarkan.

“Kita prihatin banyak orang mati terlindas truk trealer dan tronton di Belawan,” sebut Haris.

Masih menurut Haris, tujuan utama dilakukan penertiban terhadap truk trailer dan tronton guna meminimalisir angka kematian akibat laka lantas di Medan Utara. Selain itu kata Haris, dengan memaksimalkan uji KIR tentu akan menambah PAD.

Sementara itu anggota Pansus lainnya Sudari minta Dishub Medan agar memaksimalkan penerapan e-Parkir di kawasan Medan Utara. Karena di kawasan Medan Utara diyakini banyak perputaran usaha dari pengguna parkir. Sama halnya dengan keberadaan truk trailer di Belawan supaya dilakukan pengawasan.

Selain itu, Sudari juga minta agar didirikan UPT Uji KIR di kawasan Medan Utara. Hal tersebut diyakini memaksimalkan pengawasan kendaraan wajib lolos Uji KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar menyampaikan, pihaknya menggunakan anggaran Tahun 2021 sebesar Rp 135 Miliar dan mengalami Silpa Rp 23 Miliar.

Terkait usulan E-Parkir, Iswar menyebutkan saat ini terdapat 65 titik. Penambahan akan dilakukan secara bertahap. Diakuinya, dengan penerapan E-Parkir telah membuktikan PAD 2 x lipat.