Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Sumut

Dua Kerajaan Diminta Saling Kerjasama Membangun Serdang Bedagai

×

Dua Kerajaan Diminta Saling Kerjasama Membangun Serdang Bedagai

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com| SERGAI- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Serdang Bedagai nomor urut 1, Darma wijaya dan Adlin Umar Yusri tambunan (DAMBAAN) berhasil mendamaikan dua kerajaan Melayu yang sudah ratusan tahun berselisih faham.

Perdamaian yang pertama dalam sejarah antar Kerajaan Melayu Bedagai dan Kerajaan Padang Deli ini pun berlangsung haru.

Dengan keberhasilan ini, Darma Wijaya bersama Adlin Tambunan dianggap dapat menjadi contoh dan pemersatu Serdang Bedagai.

Mufti Kerajaan Negeri Padang, Ustad Zamzam yang juga merupakan keturunan Raja Padang Deli berterimakasih kepada paslon Dambaan yang sudah mendamaikan kedua kerajaan.

“Hutang adat sudah terbalas, akhirnya dua kerajaan berdamai secara utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Pangeran Bedagai, Tengku Ir. Achmad Syafei gelar Tengku Pangeran Kelana memimpin doa di makam Raja Padang Deli, Marah Tintin gelar Tebing Pangeran di Desa Gelam Sei Serimah Kecamatan Bandar Khalifah.

Dalam memimpin doa, dirinya juga mengingat sekilas sejarah perselisihan antar kedua raja. Betapa haru, sehingga sang Pangeran Tengku Achmad Syafei menetaskan air mata, dihadapan keturunan Raja Padang Deli dirinya meminta maaf atas kesalahfahaman yang terjadi di masa lalu.

“Sejarah tak bisa lagi diubah, namun kedepan mari sama-sama kita bangun kerjaan melayu di Serdang Bedagai,” ungkapnya Pangeran Bedagai, Tengku Ir. Achmad Syafei.

Sementara itu, calon Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya mengajak, kedua kerajaan untuk saling bahu membahu dalam membangun Serdang Bedagai untuk maju terus, mandiri sejahtera dan relegius.

Baca Juga:   Dambaan Akan Jadikan Petani Sergai Penyumbang Surplus Utama di Sumut

“Ini sejarah baru dan akan diingat untuk anak cucu kita, bahwa pangeran kerajaan Bedagai dan keturunan Raja Padang Deli sudah saling meminta maaf dan berdamai,”jelasnya. (MS6)