Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlinePeristiwa

Kantor LBH Medan di Jalan Hindu Diserang Bom Melotov

×

Kantor LBH Medan di Jalan Hindu Diserang Bom Melotov

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Pada Jumat (18/10/2019) dini hari tadi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, yang berada di Jalan Hindu, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, diserang oleh orang tak dikenal. Pelaku menyerang gedung kantor tersebut dengan menggunakan bom Molotov.

Akibat penyerangan itu, salah satu sisi tembok luar di lantai 2 bangunan kantor terbakar. Namun tidak ada kerusakan berarti di dalam bangunan tersebut.

Polri Sebut Abdul Basith sebagai Perekrut dan Penyandang Dana Demo AnarkisDemo Ratusan Pelajar di Medan, Polisi Sita Bom Molotov

“Kejadiannya sekitar pukul 02:30 WIB dini hari tadi. Hanya bagian atap luar saja yang kena. Kalaudi dalam tidak ada yang terbakar,”kata Ketua LBH Medan, Ismail Lubis melalui Kepala Divisi Buruh dan Kelompok Miskin Kota, Maswan Tambak, Sabtu (19/10/2019) siang.

Baca Juga:   Kapolri : Penyerang Wiranto Dan Bom Medan Afiliasi ISIS

Maswan mengaku, teror seperti ini sebelumnya lebih dahulu dialami oleh salah satu café tempat diskusi para aktifis di Medan.

“Melalui peristiwa teror seperti ini, tentunya mengindikasikan kalau Kota Medan ini tidak aman. Khususnya untuk kelompok-kelompok organisasi non pemerintah yang kritis,”sebutnya.

Maswan mengaku pihaknya belum mengetahui persoalan di balik teror tersebut. Namun ia mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawasl proses demokrasi yang aman dan nyaman di Medan.

“Kita semua perlu duduk bersama membahas persoalan tersebut. Apa benar Medan sudah tidak aman untuk para aktifis,”sebutnya.

LBH Medan telah mengungdang wartawan dan organisasi masyarakat sipil lainnya di Medan, untuk secara terbuka membahas persoalan itu. Pertemuan rencananya digelar siang ini di Kantor LBH Medan.[digtara]

Baca Juga:   Polsek Perbaungan Laksanakan Publik Speaking Wabah Covid-19