Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineNasionalPolitik

Masyarakat yang Tidak Mudik adalah Pahlawan Penanganan Pandemi Covid-19

×

Masyarakat yang Tidak Mudik adalah Pahlawan Penanganan Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | JAKARTA – Dua tahun sudah masyarakat di Indonesia merayakan Lebaran di tengan wabah pandemi Covid-19, dan dengan terpaksa juga harus berlebaran dengan larangan mudik.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Indonesia dan sebagian besar negara di dunia yang masih memerangi dampak pandemi harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Budaya silaturahmi terpaksa dilakukan secara terbatas, bahkan lewat daring (online). Untuk sementara, mudik ke kampung halaman terpaksa dilarang.

Dalam suasana seperti ini Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengapresiasi masyarakat yang telah menaati imbauan tersebut.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah menahan diri untuk tidak mudik, meskipun keinginan itu sangat besar. Anda semua adalah pahlawan dalam memerangi Covid-19 hari ini,” tutur Airlangga, Kamis (13/5/2021).

Baca Juga:   Penyekatan Arus Mudik, Puluhan Kendaran Diminta Putar Balik

Airlangga menilai masyarakat yang tidak mudik telah berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dan menyelamatkan banyak orang.

Dalam suasana pandemi ini, Menko Perekonomian RI itu, juga melaksanakan sholat Ied di halaman rumahnya.

Pesertanya pun terbatas, hanya lingkungan keluarga terdekat. Hal sama juga banyak dilakukan oleh pejabat negara di Indonesia

“Saya ucapkan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 H kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Semoga kondisi kesehatan masyarakat selalu terjaga,” kata Airlangga.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga berharap kenaikan kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran tahun lalu tidak terulang pada momen lebaran kali ini. Ia juga mengingatkan, libur Idul Fitri pada 22-25 Mei tahun 2020, telah membuat kenaikan kasus cukup besar pada rentang dua pekan setelahnya.

Baca Juga:   Berlaku 6-17 Mei, Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Pada awal hingga akhir Juni 2020, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, telah terjadi peningkatan kasus sekitar 70% – 90% dari sebelumnya, setelah libur Lebaran.

“Saat itu, sebelum libur Lebaran, kasus harian hanya di angka 600, kemudian naik di atas seribu setiap harinya. Kenaikan kasus ini menunjukkan positivity rate saat itu di angka 12 persen,” ujar Airlangga.

Airlangga menegaskan Satgas Penanganan Covid-19 tidak ingin kenaikan kasus pasca libur Lebaran kembali meningkat seperti tahun lalu. Alasan ini membuat tahun 2021 pemerintah lebih tegas untuk melarang masyarakat mudik Lebaran.

Ia meminta masyarakat memanfaatkan saluran telekomunikasi untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga di rumah, secara online. Apalagi, keputusan tidak mudik bisa menyelamatkan anggota keluarga di kampung halaman.

Baca Juga:   Asyik Transaksi Sabu, Pemuda Asal Pengajahan Ditangkap Polisi

“Kita semua juga terus berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Agar ekonomi lekas pulih dan masyarakat berlebaran dengan normal tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah selama ini telah menggulirkan sejumlah kebijakan untuk mempercepat pemulihan sektor kesehatan dan perekonomian nasional. Ia berharap, kebijakan pemerintah untuk pemulihan kesehatan serta mengerek kembali ekonomi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.