Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineNasional

Menteri Perdagangan RI Akan Gelar Operasi Pasar Untuk Tekan Kenaikan Gula Pasir & Bawang Putih

×

Menteri Perdagangan RI Akan Gelar Operasi Pasar Untuk Tekan Kenaikan Gula Pasir & Bawang Putih

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Jakarta – Antisipasi terhadap adanya lonjakan harga gula pasir di tengah merebaknya kabar mulai langkanya komoditas gula pasir tersebut di beberapa daerah. Biasanya gula pasir dijual sekitar Rp 12.000 – Rp 14.000 per kilogram, namun kini menjadi Rp 14.000 – Rp 16.000 per kilogram, bahkan mencapai Rp 20.000/kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Agus Suparmanto, menyampaikan bahwa untuk menyikapi kenaikan harga, pihaknya telah mengambil langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan melakukan “Operasi Pasar” khususnya gula dan bawang putih.

“Kalo nanti menjelang ini ada kebijakan yang merelaksasi kebijakan impor apabila dengan penanganan minggu ini belum juga. Nanti kita lebih relaksasikan lagi kebijakan impornya,” ujar Agus seperti dikutip dari laman Setkab, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga:   Arsyad Lubis Kukuhkan Pengurus IKAPTK Deliserdang

Untuk alternatif impor, dia menyampaikan ada dari India, tapi China sendiri tidak banyak halangan, hanya perlambatan saja. Terlambatnya pengiriman logistik ini yang stok gula mengalami kelangkaan.

“Tapi ini sedang dalam proses pelaksanaan pengirimannya dan juga mungkin proses pengolahan dari raw sugar menjadi gula konsumsi,” kata Agus.

“Logistik ini kan masuk biasanya cepat ya. Nah dalam proses ini juga kan itu pergerakan orang di China ini dibatasi,” tambah dia.

Sementara untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar hingga beberapa hari ke depan.

“Dan itu memang stoknya ada hanya pendistribusiannya saja. Nanti kita lihat stok yang sekarang didistribusi sekitar 150 ribu ton,” jelas Agus.

Baca Juga:   DPD Partai Nasdem Tapteng Salurkan 3.000 Karung Beras Buat Warga Miskin

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, langkanya gula di pasaran disebabkan karena menurunnya produksi tahun 2019. Akibatnya, harga gula pun turut naik sesuai mekanisme pasar.

Di sisi lain, masa panen yang lebih lambat dari perkiraan turut mempengaruhi ketersediaan gula di pasaran.

Roy menyebut, melambatnya masa panen karena faktor cuaca yang tidak menentu, di samping belum meratanya panen tebu di beberapa daerah.

“Masa panen itu kan April. Tapi memang akan bergeser 1-2 minggu dari akhir April,” terang Roy.

Tapi dia memastikan, ketersediaan gula bisa kembali normal saat memasuki bulan suci Ramadhan karena pemerintah telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) bahan pangan, salah satunya gula pasir.

Baca Juga:   Transformasi Berhasil, BTN Cetak Laba 3,5 Triliun

“Notabene-nya tentu akan tiba sebelum masa panen sehingga dapat dipastikan saat memasuki bulan suci Ramadhan harga gula pasir kita sudah normal kembali,” ucapnya.(kc/ms8)