Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Berita SumutHeadlineSumutTeknologi

Musa Rajekshah Apresiasi Teknologi Canggih BIM yang Dimiliki IMAT

×

Musa Rajekshah Apresiasi Teknologi Canggih BIM yang Dimiliki IMAT

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Kemajuan teknologi merambah di semua bidang termasuk desain arsitektur. Banyak teknologi canggih diciptakan sebagai terobosan baru mempercepat proyek pembangunan gedung dan lainnya.

Institut Modern Arsitektur dan Teknologi (IMAT) tidak mau ketinggalan. Ketua Yayasan IMAT Tony memamerkan berbagai keunggulan yang dimiliki IMAT, termasuk teknologi terkini Building Information Modeling (BIM) kepada Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah.

Ia pun tanpa segan mengajak Ijeck, sapaan Musa Rajekshah untuk mencoba Kacamata Virtual Reality (VR) BIM untuk melihat proyek desain bangunan tiga dimensi atau terlihat menjadi seperti nyata.

“Saya bukan orang desain, tapi melihat teknologi yang dimiliki IMAT tadi dan penjelasan yang disampikan Bapak Tony saya sangat tertarik karena teknologi ini sangat memudahkan, proyek atau rencana rancangan banguan bisa lebih pasti mulai dari tata letak hingga anggarannya,” ujar Ijeck usai mengunjungi Kampus IMAT di Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara Boulevard Timur, Selasa (26/7).

Baca Juga:   Gubsu Bangga Sumut Jadi Tuan Rumah Latsitardanus XLI

Ijeck pun berharap pendidikan dengan fasilitas teknologi terkini yang dimiliki IMAT ini dapat mencetak generasi-generasi arsitektur terbaik di Sumut sehingga ke depan, pembangunan di Sumut tidak perlu lagi menggunakan jasa-jasa konsultasi dari luar.

“Pemerintah daerah bisa memanfaatkan anak-anak muda asal Sumut yang belajar di IMAT ini tidak perlu lagi mencari konsultan dari luar dan ke depan semua proyek pembangunan bisa lebih cepat, pasti secara tata bangunan juga anggaran. Saya harap IMAT bisa menambah lagi kelas-kelas untuk lembaga pelatihan kerjanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan IMAT Tony menyampaikan, pihaknya menyediakan dua sistem belajar. Program studi sarjana dan lembaga pelatihan kerja.

“Program Studi di IMAT itu bagaimana seseorang ingin menjadi tenaga ahli di bidang arsitek, bagaimana mendesain dengan cepat, mengambil konsep dengan cepat, memetakan masalah dengan cepat itu yang kita tawarkan. Kalau untuk lembaga pelatihan kerja kita tawarkan untuk mereka yang ingin menggunakan software BIM saja dengan waktu pelatihan sekitar 13 sampai 15 hari saja,” katanya.

Baca Juga:   Satreskrim Tanjungbalai Amankan Pelaku Pencuri HP

IMAT, tambahnya, komitmen hadir memperbaiki metode mengajar desain konvensional yang selama ini cukup lambat mengejar perubahan jaman dan siap membantu pemerintah dalam hal tata kelola pembangunan lebih terarah. “Bila dibutuhkan kami siap mengirimkan SDM untuk penataan kota atau wilayah,” tutupnya.