Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Sumut

My Dream, Sajian Seni Penuh Cinta dari Seniman Disabilitas Kelas Dunia

×

My Dream, Sajian Seni Penuh Cinta dari Seniman Disabilitas Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini

Medan, Mediasumutku.com – Apa.yang ada di benak Anda ketika melihat masyarakat penyandang disabilitas? Tentu muncul rasa iba. Itu wajar dan lumrah. 

Namun bagaimana sebagian penyandang disabilitas itu punya kemampuan seni yang luarbiasa dan berkelas dunia. Tentu rasa kagum ynag muncul dan menguatkan bathin kita betapa besar kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itulah yang muncul saat melihat China Disabled People’s Performing Art Troupe (CDPPAT) menunjukan kreasinya di depan kita. CDPPAT sendiri adalah kumpulan para seniman kelas dunia.

Yang menarik dari CDPPAT adalah, mereka merupakan kumpulan seniman yang menyandang problem disabilitas, seperti tidak bisa melihat (buta), tuli, tak bisa bicara, dan lainnya. 

Namun hal itu tak membatasi mereka untuk menjadi seniman kelas dunia. Di Medan, sejak Sabtu hingga Minggu (3-4/8/2019), mereka tampil di Selecta Royal Ballroom Medan untuk menampilkan sajian seni berkelas dunia yang diberi tajuk “My Dream” atau “Impianku”.

Baca Juga:   Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut Geledah Kantor BTN Jalan Pemuda Medan

Mereka didatangkan oleh DAAI TV, sebuah stasiun teve yang inspiratif dan edukatif yang sedang menyelenggarakan ulangtahun yang ke-12.

Toni dari DAAI TV kepada Mediasumutku.com menyebutkan, CDPPPAT telah mengadakan pertunjukan di 100 negara. Untuk Indonesia, mereka memberikan oertunjukan i oga kota, termasuk di Kota Medan.

Adapun seni yang dipertunjukan, misalnya, adalah tarian 1000 tangan Bodhicita, berntanyi, koreografi, dan lainnya. My Dream, kata Toni, layak ditonron karena edukatif, inspiratif, dan sekaligus menggalang gerakan donasi yang nanti disalurkan kepada kelompok masyarakat yang tidak mampu. 

Dari informasi yang diperoleh mediasumutku.com,  dana donasi yang telah disalurkan selama ini mencapai lebih dari Rp 32 miliar. 

CDPPAT sendiri berawal dari hanya sekitar 30 muda-mudi difabel yang mencintai seni yang memiliki keberanian dan tekad untuk mewujudkan impian mereka.

Baca Juga:   Forkopimda Sergai Komitmen Beri Solusi Penyelesaian Pertanahan yang Berkelanjutan

Tujuan terbentuknya My Dream sangatlah menginspirasi, di mana mereka menginginkan kesetaraan yang sama bagi kaum disabilitas dan mengajak mereka bergabung menampilkan pertunjukan seni.

Dengan menyampaikan pesan kebenaran, kebajikan, dan keindahan, mereka mampu menampilkan tarian dan pertunjukan yang mendunia.(MS1/Ang)