Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
Medan

PDKI Sumut Diharapkan Dampingi Pemko Medan Atasi Stunting

×

PDKI Sumut Diharapkan Dampingi Pemko Medan Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Permasalahan stunting atau gagal tumbuh pada anak masih menjadi permasalahan di Kota Medan. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Medan berencana mengadakan sebuah program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menikah dan pasangan yang akan memiliki anak pertama.

“Dengan demikian mereka nantinya akan tahu langkah apa yang harus dilakukan agar anak mereka nantinya terhindar dari stunting,” kata Walikota Medan, Bobby Nasution saat menerima audiensi Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) Cabang Sumut di Balai Kota, Senin (25/1/2022).

Guna mensukseskan program tersebut, Bobby Nasution mengajak PDKI Cabang Sumut untuk berkolaborasi bersama Pemko Medan mengatasi permasalahan stunting di Kota Medan.

Terkait itu, Bobby Nasution meminta kepada PDKI Cabang Sumut untuk terus mendampingi Pemko Medan dalam menjalankan program tersebut, seperti memberikan pemaparan terkait bagaimana penanganan stunting di Kota Medan.

Baca Juga:   Peduli Stunting, Wong Chun Sen Tarigan Kembali Kunjungi  5 Anak Asuhnya  di Dapil 3

Diungkapkan Bobby Nasution, satu hari yang lalu, Yayasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga memberikan makanan tambahan bagi anak-anak di empat kecamatan di Kota Medan guna mencegah terjadinya stunting.

“Dari situ lah saya berpikir untuk membuat program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan menikah dan pasangan yang akan memiliki anak pertama, terkait langkah apa yang harus dilakukan agar anak mereka nantinya terhindar dari stunting,” ungkapnya.

Sebelum program itu dijalankan, Bobby Nasution meminta, kepada OPD terkait untuk menyiapkan data stunting di Kota Medan selama dua minggu kedepan. Jika pendataan ini sudah selesai, imbuhnya, maka PDKI Cabang Sumut bisa langsung menganalisis sebagai tindak lanjut penanganan stunting.

Baca Juga:   Dari Hasil RDP, Biaya Kontribusi Penyediaan Fasilitas Kios di Pasar Aksara Diturunkan 15 Persen

“Kita akan memberikan edukasi kepada ibu-ibu muda atau calon pengantin mengenai stunting seperti apa dan cara mencegahnya bagaimana. Saya minta dokter yang hadir disini kalau memang tujuannya menangani stunting, kita fokuskan disitu. Kalau bisa teman-teman PDKI Cabang Sumut juga menyiapkan programnya seperti apa dalam menangani stunting di Kota Medan. Jadi kita bisa langsung turun ke masyarakat untuk melakukan pendekatan,” jelas Bobby.

Sebelumnya, Ketua PDKI Cabang Sumut Dr dr Isti Ilmiati Fujiati SpKKLP mengungkapkan, PDKI Cabang Sumut memiliki program Kompak Medan. Dijelaskannya, program ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mengendalikan penyakit kronis di Kota Medan, seperti tuberkulosis (TBC) dan diabetes. Oleh karenanya PDKI Cabang Sumut berharap dapat membuat Kota Medan bebas TBC.

Baca Juga:   Ja-PUK Sumatera Utara Fokus Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga

“Kami juga memiliki program penanganan stunting di Kota Medan untuk memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada 1.000 hari pertama kehidupan. Karena itu kami siap menerima ajakan Pak Wali kota berkolaborasi untuk menangani stunting di Kota Medan. Untuk itu kami akan menyiapkan program dengan pendekatan berbasis kemasyarakatan dan kekeluargaan,” ungkap Isti. (MS7)