Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlineHukrimKesehatanNasional

Penjabat Bupati Rote Ndao Minta Kepala Desa Percepat Pencairan Dana Desa untuk Bantu Intervensi Penurunan Angka Stunting

×

Penjabat Bupati Rote Ndao Minta Kepala Desa Percepat Pencairan Dana Desa untuk Bantu Intervensi Penurunan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu didampingi Kasi BB Kejari Rote Ndao Aben Situmorang meminta para kepala desa di Kabupaten Rote Ndao untuk mempercepat proses pencairan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2024, untuk membantu intervensi penurunan angka stunting.

mediasumutku.com | ROTE NDAO-Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu meminta para kepala desa di Kabupaten Rote Ndao untuk mempercepat proses pencairan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2024, untuk membantu intervensi penurunan angka stunting.

Oder Maks Sombu menyampaikan hal itu saat melakukan pemantauan sekaligus menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting di Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (06/04/2024).

Saat pertemuan dengan para orangtua sebelum penyerahan paket PMT bantuan CSR PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk – Alfamart, Penjabat Bupati Oder Sombu menanyakan apakah sudah ada penyaluran PMT dari desa atau pemerintah?, sebagian besar orangtua anak stunting menyampaikan belum ada sama sekali.

Sehingga, Penjabat Bupati Oder Sombu meminta kepada Kepala Desa Oelunggu untuk mempercepat penciran Dana Desa karena ini sudah sampai bulan April tapi belum juga dicairkan.

Baca Juga:   Cegah Wabah Covid 19, Provinsi Sumut Butuh Rapid Test Segera

“Apa kendalanya mencairkan dana yang sudah ada dalam APBD, sebenarnya tidak sulit. Ini harus dicari solusi percepatan karena kalau tidak cair tentunya pelayanan bagi masyarakat di satu desa akan terhambat dan pemerintahan tidak mungkin bisa berjalan,” kata Oder Sombu.

Penjabat Bupati Rote Ndao ini juga berharap kepada kepala desa dibantu BPD dan Camat, segera melakukan koordinasi dengan Dinas PMD dan Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk cari tahu kendalanya di mana. Jika ada kendala sampaikan supaya secepatnya bisa dicairkan.

“Dana Desa itu bukan tunggu sampai bulan Agustus sampai Oktober baru kerja maraton untuk habiskan, harus dicairkan per tiga atau empat bulan, sehingga anak stunting mendapat pelayanan dan dampak positif dari upaya bersama yang kita lakukan. Kita harus punya tanggung jawab bersama,” imbuh Oder Sombu.

Baca Juga:   Mantan Kadinkes : Orang Menutup Identitas, Kita Jangan

Hadir dalam kesempatan itu, Kajari Rote Ndao Budi Narsanto, SH yang diwakili Kasi Barang Bukti Kejari Rote Ndao Aben Situmorang,SH,MH menyampaikan hahwa bantuan PMT yang disalurkan saat ini berasal dari teman-teman Penjabat Bupati. Sementara bantuan yang sama juga ada dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, bahkan Dana Desa.

Untuk itu, kata Aben Situmorang, Kepala Desa di sini harus perhatikan ini dengan baik, Kalau sampe dengan bulan April Dana Desa-nya belum dicairkan.

“Tolong itu Pak Kades, minta Camat dan Dinas PMD untuk bantu segera cairkan karena ini tanggung jawab Pak Kades. Masa sampe April belum juga cair, maka sudah pasti akan terhambat semua program terutama intervensi anak stunting,” ujar Aben Situmorang.

Baca Juga:   Kejari Bungo Eksekusi Terpidana Deslinda Terkait Tindak Pidana Hak Cipta

Saat dikonfirmasi terkait pemanfaatan dana desa, Aben Situmorang menyampaikan bahwa program intervensi angka stunting yang mencapai angka sekitar 2600 anak lebih bermanfaat daripada membangun sarana phisik seperti balai desa atau gedung lainnya yang perlu dipertimbangkan tujuan dan kemanfaatannya. Sementara untuk stunting, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Kepala Desa Oelunggu John Baidenggan yang dikonfirmasi usai kegiatan menyatakan bahwa pencairan Dana Desa sudah ajukan usulan, namun belum dicairkan.

“Kita sudah usul, tapi nanti kita minta bantuan Pak Camat Lobalain untuk sama-sama koordinasikan dengan PMD dan BPKAD untuk percepat pencairannya,” ujar John Baidenggan.