Kesehatan

Ridwan Bahagia, Anak – Istri Selamat dan Sehat Usai Persalinan Caesar Ditanggung Program JKN

Asahan – Meski sudah cukup lama terdaftar menjadi peserta Program JKN, Ridwan (34) adalah peserta yang termasuk cukup jarang memanfaatkan JKN miliknya dan keluarga untuk berobat.

Baru ketika tahun 2020, istrinya memanfaatkan JKN untuk menjalani operasi caesar untuk menjamin biaya persalinan anak keduanya. Karena usia kandungannya sudah melewati perkiraan lahir, akhirnya sang istri dirujuk ke RS Setio Husodo untuk diperiksa lebih lanjut.

“Awalnya istri ingin melahirkan normal saja. Namun walaupun sudah diusahakan menunggu beberapa hari, ternyata masih belum ada tanda-tanda menjelang persalinan. Karena diperkirakan kondisi istri saya tidak bisa melahirkan secara normal, akhirnya dokter menyarankan untuk operasi caesar saja,” tutur pria yang bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Ridwan mengaku dirinya bersyukur kondisi istri dan sang anaknya sehat saat pulang ke rumah. Namun, beberapa hari kemudian, sang anak mengalami sesak napas. Bahkan tubuhnya membiru sehingga Ridwan membawanya RS Bina Kasih di Kota Medan untuk mendapat pertolongan darurat.

“Sebelum ke rumah sakit, saya sempat membawanya berobat ke dokter praktik dan dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Ketika dibawa pulang, tubuhnya kembali membiru dan panas tinggi lagi. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih di Kota Medan dan dirawat di ruang NICU selama dua hari. Namun takdir berkata lain. Tanggal 19 Desember 2020 anak saya tidak bisa tertolong lagi,” ungkap ayah satu anak tersebut.

Di atas segala dukanya, Ridwan menuturkan bahwa ia tetap mengapresiasi pelayanan kesehatan yang didapat sang istri dan sang anak. Ia juga tidak merasa dipersulit untuk mendapat pelayanan kesehatan tersebut. Pelayanan yang didapatkan oleh keluarganya dirasa tidak ada perbedaan perlakuan dengan pasien lainnya.

“Ya walaupun sedih, namanya juga musibah kita tidak ada yang tahu. Tapi saya tetap berterima kasih atas pelayanan yang didapat istri dan anak saya. Pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah baik, mulai dari pemeriksaan, alat-alat medis yang lengkap sampai obat dan makan pun disediakan semua. Proses rujukan juga mudah. Kartu JKN untuk anak kami yang belum genap satu bulan juga cepat terbitnya. Intinya kami merasa dimudahkan semua,” ujar Ridwan.

Ridwan merasa bersyukur karena selama pemanfaatan pelayanan kesehatan tersebut, dirinya tidak dikenakan biaya apapun. Ridwan sempat membandingkan harga pelayanan kesehatan tanpa Program JKN. Ia mengaku memperkirakan total pelayanan kesehatan untuk anaknya dapat mencapai 50 juta rupiah jika tidak dijamin JKN.

“Kami beruntung sekali ada JKN ini karena kami tidak dikenakan biaya apapun. Sebelumnya, saya bahkan sempat meminjam uang untuk berjaga-jaga jika dimintai biaya, namun alhamdulillah saat ini gratis semua,’’ujar Ridwan. (MS10)