Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineNasionalPeristiwa

Seekor Harimau Sumatera Dievakuasi BKSDA Aceh dari Desa Singgersing Karena Terjerat

×

Seekor Harimau Sumatera Dievakuasi BKSDA Aceh dari Desa Singgersing Karena Terjerat

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Subulussalam – Untuk mencegah konflik antara Harimau dan manusia maka Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh merencanakan akan mentranslokasi harimau terperangkap di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, sehari yang lalu.

Hal ini dikatakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Aceh, Agus Arianto , kepada Wartawan ketika menemukan seekor Harimau Sumatera yang cedera kaki depannya karena terjerat, Sabtu (7/3/2020).

Upaya translokasi dilakukan sebagai langkah penanganan konflik satwa yang sudah berangsur sejak bulan Februari lalu di dua desa yang saling berbatasan yakni, Desa Darul Makmur dan Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh.

BKSDA memutuskan untuk melakukan penangkapan harimau dengan cara memasang perangkap kandang jebak meski sebelumnya telah dicoba melakukan pengusiran melalui metode ritual pawang, namun, upaya tersebut tidak efektif menghalau harimau kembali ke hutan.

Baca Juga:   Dandim 0204/DS Dampingi Walikota Tebingtinggi Bagikan 5000 Masker

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Aceh, Agus Arianto dalam keterangan persnya mengatakan, berdasarkan pengecekan camera trap terdeteksi bahwa ada tiga ekor harimau yang terdiri dari satu induk dan dua harimau pra-dewasa. “Salah satu harimau ada yang cedera pada bagian kaki depan akibat diduga terkena jerat,” kata Agus.

Dikatakan, harimau mengalami cedera cenderung mencari mangsa yang mudah diburu terutama hewan ternak. Selain itu, lokasi konflik harimau tersebut terisolir di permukiman dan di perkebunan sawit masyarakat.

“Berdasarkan pertimbangan ini, maka untuk menyelamatkan satwa harimau melakukan tindakan penyelamatan untuk ditranslokasi ke habitat yang lebih baik,” ucap Agus.

Lebih lanjut, untuk mengevakuasi harimau tersebut, BKSDA telah menerjunkan tim dokter hewan dan tim medis satwa BKSDA Aceh didampingi dokter hewan dari FKL dan PKSL Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyah Banda Aceh guna melakukan penanganan medis untuk persiapan translokasi.

Baca Juga:   Generasi Muda FKPPI Sumut Diminta Solid Berorganisasi

Agus berharap dukungan semua pihak dalam rangka upaya penyelamatan (rescue) terhadap harimau tersebut serta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemasangan jerat yang dapat berdampak terhadap keselamatan satwa liar yang juga dapat memicu terjadinya konflik antara manusia dan harimau.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berdasarkan data, satwa yang hanya ditemukan di pulau Sumatera ini berstatus critically endangered atau spesies yang terancam kritis, berisiko tinggi punah di alam liar.(ti/ms8)