Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Hukrim

Tangan dan Mata Dililit Lakban, Sopir Truk di Asahan Dirampok

×

Tangan dan Mata Dililit Lakban, Sopir Truk di Asahan Dirampok

Sebarkan artikel ini

ASAHAN –  Sebuah kejadian menghebohkan terjadi di Kabupaten Asahan, dimana seorang pria ditemukan oleh warga dalam kondisi terikat dan terluka di pinggir jalan.

Penemuan pria tersebut direkam dalam video yang menjadi viral di media sosial memperlihatkan pria tersebut yang diketahui seorang sopir saat ditemukan warga dengan tangan diikat dan mata tertutup lakban.

Polres Asahan melalui Kasi Humas, AKP Doli Silaban saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (23/3/24) membenarkan peristiwa tersebut.

“Kejadian ini terjadi pada Kamis (21/3) malam sekitar pukul 22:00 WIB di wilayah Air Batu,” ungkap Doli.

Diketahui bahwa korban, yang identitasnya hanya disebut sebagai S, sedang menunggu temannya karena truk yang dikendarainya mengalami pecah ban.

Baca Juga:   Polisi Ciduk 2 Curanmor dan Penadah

“Saat menunggu temannya, dia didekati oleh dua orang yang berada dalam sebuah mobil Avanza putih, dan diajak masuk ke dalam mobil tersebut yang ternyata di dalamnya ada lima orang,” lanjut Doli.

Korban kemudian dianiaya dan diikat di dalam mobil tersebut, sebelum akhirnya dipaksa turun dan ditinggalkan di pinggir jalan dengan beberapa barangnya diambil oleh para pelaku.

“Barang-barang yang diambil antara lain ponsel korban dan uang sebesar Rp 400 ribu,” tambahnya.

Sementara itu, truk milik korban yang bermuatan sawit tidak dibawa kabur oleh para pelaku. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.

Adapun, korbanmengaku sebagai warga yang tinggal Sei Piring, Kabupaten Asahan, dan bekerja sebagai sopir truk sawit. Ia menceritakan bahwa sudah setengah jam lamanya ia berada dalam kondisi terikat dan dibiarkan di pinggir jalan, dengan mata dan mulut tertutup sebelum akhirnya ditemukan oleh sejumlah warga.

Baca Juga:   Ayah Bejat di Tanjungbalai Cabuli Anak Tiri Sejak Usia 10 Tahun

“Pada awalnya, saya berada di Teluk Dalam Hessa Perlompongan,  mobil mogok lagi nunggu bantuan” ucap korban.

Korban menyebutkan ia dihampiri oleh sejumlah orang yang kemudian melakukan kekerasan padanya sebelum akhirnya meninggalkannya di pinggir jalan. (MS10)