Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
HeadlineKesehatanSumut

TBC Care Aisyiyah Asahan Siap Bantu Pemda Wujudkan Masyarakat Bebas TBC

×

TBC Care Aisyiyah Asahan Siap Bantu Pemda Wujudkan Masyarakat Bebas TBC

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | Asahan.  Indonesia masih memiliki angka penderita TBC yang tinggi di dunia, dimana merujuk pada laporan WHO tahun 2019, sebanyak 845 ribu kasus dengan rata – rata kematian 13 orang meninggal dalam setiap jam per harinya. Melihat hal tersebut, membuat TB Care Aisyiyah yang merupakan salah satu program majelis kesehatan Aisyiyah berupaya hadir dalam rangka mengeleminasi penularan penyakit tersebut dengan segera.

Dalam kesempatan ini, TB Care Aisyiyah berupaya menggandeng pemerintah daerah (Pemda) untuk ikut berpartisipasi masuk dalam program tersebut. Salah satunya upaya mereka dengan menggelar pelatihan fasilitator desa lanjutan sebagai sarana peningkatan keterampilan dalam kepanduan mengintervensi desa dengan mengundang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) yang dihadiri oleh Bidang Pemerintahan Desa.

Baca Juga:   FBI Selidiki Kecelakaan Helikopter Kobe Bryant

“Aisyiyah selaku organisasi yang ikut turun dalam penanggulangan TBC dan pendampingan, Insya Allah akan terus berjuang membantu menekan kasus penularan TBC ini dengan mengejar data pasien penderita, melakukan pendampingan dan memberikan nutrisi kepada pasien yang ditangani,” kata Sumiati, ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Asahan.

Dalam kesempatan itu, pihaknya pun berupaya mengajak pemerintah daerah (Pemda) Asahan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk membantu mewujudkan program desa bebas TBC yang renananya akan dibuat di Desa Punggulan Kecamatan Air Joman.

“Olehkarena itu, kami tidak bisa berbegerak sendiri dan membutuhkan peran campur tangan pemerintah daerah dalam mendukung program ini agar dapat terus berjalan,” jelas Sumiati.

Baca Juga:   Selasa Pagi, IHSG Dibuka Naik 0,1%

Kegiatan pelatihan fasilitator desa tersebut digelar selama dua hari (16-17 Juli) , dengan harapan para kader yang telah ditempatkan pada tugas desa binaannya dapat terampil untuk mengkoordinasikan dan memberdayakan masyarakat dalam menanggulangi TBC serta terampil mengadvokasi anggaran tersebut masuk dalam dana desa.

Senada, coordinator SSR TB – HIV Care Aisyiyah Kabupaten Asahan, Nurul Huda menambahkan selama ini program yang dijalankan pihaknya berbasis masyarakat. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan terkait upaya penanggulangan TB ini. Diantaranya peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan masyarakat, peningkatan pemahaman masyarakat tentang TB melalui pelatihan untuk kader dan tokoh masyarakat atau tokoh agama dan pelibatan masyarakat dan Pasien TB dalam penanggulangan TB. Melalui kegiatan pencarian suspek, merujuk pasien dan mengawal pengobatan pasien hingga sembuh.

Baca Juga:   Kapolres Sergai Ajak Camat dan Kades Patuhi Maklumat Kapolri Cegah Covid-19

Para kader komunitas TB-HIV lanjut Nurul, akan melakukan pencarian terduga TB melalui kontak investigasi dengan mengunjungi rumah penderita TB dan melakukan pennyisiran disekitarnya, jika menemukan orang yang dicurigai menderita TB, kader komunitas akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas setempat dan memberikan dukungan hingga sembuh.

“Namun program ini tidak dapat terus dijalankan sendiri oleh Aisyiyah. Butuh dukungan dan partisipasi pemerintah maupun desa dalam rangka membatu menuntaskan kasus TBC di Asahan,” ucapnya. (MS10)