Headline Medan Sumut

Wong Chun Sen : Saktinya Pancasila Itu Ketika Kita Menerapkannya Dalam Hidup Bermasyarakat Dengan Benar

MEDAN – Anggota DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen, M.PdB menyampaikan bahwa Hari Kesaktian Pancasila harus kita maknai secara menyeluruh sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila dalam Pancasila. Saktinya Pancasila itu ketika kita benar-benar menerapka setiap sila dengan benar dan utuh dalam hidup bermasyarakat.

Hal itu disampaikan Wong Chun Sen saat dihubungi wartawan, Minggu (2/10/2022) terkait peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sikap hidup saling tolong menolong, gotong royong dan saling menghargai antar sesama sudah semakin berkurang. Saktinya Pancasila terletak pada komitmen bersama dalam mewujudkan kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk untuk berkarya dan mengembangkan potensi dirinya.

“Kita semua harus memimiliki komitmen dalam menghadirkan transformasi yang selalu sejalan dengan pesan Bung Karno dalam pidato lahirnya Pancasila, yakni bahwa di atas kelima dasar Pancasila kita mendirikan negara Indonesia; kekal dan abadi,” katanya.

Untuk itu di atas kelima dasar Pancasila, lanjut Wong Chun Sen, mengajak masyarakat untuk terus bergerak serentak mewujudkan suasana yang aman, nyaman dan kondusif.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 3 tahun lamanya, kata Wong yang juga Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan membuat kita lebih banyak belajar tentang pentingnya menjaga kesehatan, saling mendukung, saling tolong menolong dan menghindari perbuatan tercela (narkoba, kejahatan dan sikap mau menang sendiri).

“Sebuah kebanggaan dan kebahagiaan, bagaimana Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita mampu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” tandasnya.

Lebih lanjut Wong Chun Sen yang akrab disapa Tarigan ini menyampaikan bahwa Pancasila telah mengajarkan kita tentang arti pentingnya menjaga kerukunan, saling menghormati dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, artinya kita harus tetap berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika, walau berbeda kita tetap satu.

“Sangat memalukan rasanya kalau dari antara anak didik, bankan orang tua kita masih ada yang lupa dengan sila-sila dalam Pancasila. Kita tidak menginginkan adanya sikap membeda-bedakan dari generasi muda kita. Sudah pasti dasar dari semuanya adalah ketika mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah dan di tengah-tengah keluarga. Lima sila dalam Pancasila jika kita amalkan dengan benar, maka negeri ini akan aman,” tegasnya.