Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru Muda
previous arrow
next arrow
EkonomiHeadlineSumut

Wujudkan Swasembada Gula, 2 Pabrik Tebu Milik PTPN2 Beroperasi Kembali

×

Wujudkan Swasembada Gula, 2 Pabrik Tebu Milik PTPN2 Beroperasi Kembali

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com | DELISERDANG – Untuk dapat memenuhi kebutuhan gula di Sumatera Utara (Sumut) dan nasional. Maka pihak PT Perkebunan Nusantara 2 atau PTPN 2, kembali mengoperasikan Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM), Jumat (13/3/2020) lalu.

“PGKM mulai dioperasikan, Jumat (13/3/2020). Dengan telah beroperasinya dua pabrik gula ini dengan masing-masing kapasitas giling 3.509 ton tebu per hari, diperoleh Total 240 ton gula perhari.

Dari Kedua pabrik itu akan menghasilkan 480 ton gula per hari,” kata Kordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan, saat mendampingi Direktur Holding, Abdul Ghani, saat panen perdana tebu di Kebun Tandem Hilir, Sabtu (14/3/2020).

Beroperasinya dua pabrik gula yakni Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS) dan Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM) bisa memenuhi kebutuhan gula di Sumatera Utara (Sumut) dan nasional, terutama dalam hal swasembada gula.

Baca Juga:   Patuhi Protokol Kesehatan, Sembuh Corona di Sumut 897 Orang

Ditambahkan Sutan, sejak Manajemen PTPN2 dipimpin Direktur Utama Iswan Achir, Direktur Operasional Marisi Butar-Butar, Direktur Komersil Arwin Nasution, pihak PTPN2 berharap target swasembada gula di Sumut ini dapat tercapai, serta kebutuhan gula nasional dapat terpenuhi.

Sejalan dengan program itu, kata Sutan, program Manajemen PTPN 2 dalam hal pembersihan area dari pihak-pihak yang tidak berhak menduduki area lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 1.500 hektare di area ladang tebu, pihaknya tetap dilakukan pendekatan persuasif agar para pihak bisa mengembalikannya.

Lanjut Sutan, area lahan tersebut untuk ditanami tebu. Target yang diperlukan untuk ditanami tebu seluas 10.000 hektare. Saat ini, jelasnya, lebih kurang 8.500 hektare dikuasai dan telah ditanami tebu kembali untuk kebutuhan operasi pabrik sehingga kebutuhan tebu untuk pabrik dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Baca Juga:   Ketua Komisi X Tolak Penghapusan Skema Jalur CPNS bagi Guru

“Selama ini kita telah bekerja keras untuk mendapatkan area untuk tanaman tebu tersebut. Semua itu berkat adanya kerjasama dari semua pihak instansi yang terkait, serta kiranya dalam pekerjaan proses penggilingan tebu sampai dengan barang jadi dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan gula dapat terpenuhi,” imbuhnya