Politik

Millenial di Asahan Diajak Peduli Isu Radikalisme dan Terorisme

mediasumutku.com | ASAHAN – Ancaman paham radikalisme dan terorisme saat ini sangat menghantui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut dapat dirasakan dengan banyaknya informasi tentang propaganda yang tersebar luas, sehingga berpotensi memecah rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

“Umumnya para pelaku anti NKRI itu menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memecah belah, melakukan perekrutan anggota kelompok yang mengatasnamakan agama, menyudutkan kinerja dari pemerintah, dan lain sebagainya. Generasi muda ataupun yang saat ini disebut kaum “millenial” merupakan target maupun sasaran bagi para pelaku radikalisme dan terorisme, karena dinilai lebih cepat menyebarluaskan tujuan mereka,” kata Ketua Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM PEKAT-IB) Kabupaten Asahan, Muhammad Dadang Irwan Rany, kepada mediasumutku.com, Minggu (7/2/2021)

Untuk itu, Dadang mengajak, seluruh element masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Republik Indonesia khususnya di Kabupaten Asahan.

“Dalam mengatasi penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme perlu diambil langkah yang matang dan terukur, untuk itu diperlukan rasa nasionalisme di setiap tubuh element masyarakat khususnya kaum millenial sebagai garda penentu agar melindungi nilai-nilai pancasila dan menjaga keutuhan NKRI,”ucap Dadang.

Dadang juga menjelaskan, sebab kaum millenial menjadi garda penentu untuk memutus mata rantai penyebarluasan paham radikalisme dan terorisme karena yang terjadi saat ini kaum millenial banyak menguasai penggunaan media sosial, sehingga akan menimbulkan rasa kekhawatiran jika mereka tidak memiliki rasa nasionalisme terhadap NKRI, dan selalu melihat informasi propaganda.

“Pemerintah Daerah bersama TNI-POLRI dan unsur masyarakat dapat saling bekerjasama untuk melakukan sosialisasi kepada kaum millenial hingga ke pelosok desa tentang nilai-nilai Ideologi Pancasila agar memupuk rasa nasionalisme, sehingga kaum millenial dapat menjaga keutuhan bangsa dan negara kedepannya,”terang aktivis sosial itu.

Lebih lanjut, Dadang menyebutkan, saat ini kaum millenial hampir tergerus nilai-nilai dan pengamalan Pancasila tidak semaksimal dulu akibat berkembangnya zaman yang semakin modern.

“Jangan terlena dan tetap waspada, mari kita jaga rasa persatuan dan kesatuan untuk melindungi keutuhan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI,”harap Dadang. (MS10)