Sumut

Pemkab Labuhanbatu Bentuk Kampung Nelayan Maju

mediasumutku.com | LABUHANBATU-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tengah gencar mencanangkan program kampung nelayan maju (Kalaju) di wilayah pesisir sebagai langkah awal menggedor potensi berbasis kawasan lainnya.

Program Kalaju ini merupakan upaya pemerintah untuk menata kampung nelayan agar semakin bersih, sehat dan terhindar dari kesan kumuh serta SDM nelayan yang terberdayakan.

Ada sebanyak tiga desa di Kecamatan Panai Hilir yang akan dijadikan target dan objek salah satu program strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu diantaranya Desa Sei Sanggul, Desa Sei Baru dan Desa Sei Sakat.

“Tiga desa yang berada tepat di bibir pantai wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu itu terbilang cukup strategis dan berpotensi dijadikan sebagai kawasan Kalaju,” kata Pj Bupati Labuhanbatu Mulyadi Simatupang, di sela acara pencanangan kawasan kampung nelayan maju di Desa Sei Sanggul, Selasa (6/7/2021).

Beberapa waktu lalu, Pemkab Labuhanbatu telah menyampaikan langsung program ini kepada para nelayan di wilayah objek Kalaju sembari berdiskusi dan menyerap aspirasi serta keluhan yang menghambat mobilitas mereka.

Dalam diskusi itu, para nelayan mengaku, kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak yang menjadi salah satu nyawa mereka dalam beraktivitas di lautan.

Pj Bupati, yang berketetapan menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara itu akan mencoba mencari jalan keluar persoalan tersebut.

Kepala Bappeda Labuhanbatu, Hobol Rangkuti juga mengatakan, program Kalaju ini adalah langkah awal dan sebagai penunjang tercapainya target program-program strategis berbasis kawasan.

Di wilayah Pesisir, Pemkab juga telah mencanangkan program inovasi daerah dan akan membangun kawasan agrowisata dengan pemanfaatan hutan mangrove dan kota tua dengan target wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan memaksimalkan potensi dan kekayaan alam yang ada, Pemkab optimis bahwa salah satu program jangka panjang itu akan bernilai tinggi.

“Banyak lagi program lainnya yang saling terintegrasi, contohnya saja kawasan wisata persawahan atau food estate, Labuhanbatu sangat berpotensi,” sebut Hobol. (MS10)