Politik

Roswin Janjikan Kesejahteraan Guru Honor Di Asahan

mediasumutku.com | ASAHAN – Calon Bupati Asahan, Rosmansyah berjanji akan menjamin kesejahteraan tenaga pendidik honorer melalui program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) daerah. Dia menilai kesejahteraan ribuan guru honorer masih memprihatinkan.

“Kesejahteraan guru honor di bumi Rambate Rata Raya harus menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rangka membersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan cerdas. Bagaimana mungkin kita biarkan para guru mengajar dalam kondisi ‘lapar’. Sementara disatu sisi mereka dituntut untuk membuat anak didiknya menjadi pintar,” kata Rosmansyah saat menggelar  pertemuan bersama masyarakat di kecamatan Tanjungbalai, Rabu (7/10/2020).

Dia mengaku, telah menyiapkan skema yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh pemerintah dalam rangka mengangkat harkat dan martabat para guru khususnya honorer.

“Mereka dibayar ratusan ribu yang pencairannya rata-rata diberikan tiga bulan sekali. Sembari mereka menunggu kepastian berharap harap diangkat menjadi PNS karena pemerintah daerah belum memiliki konsep yang jelas untuk memikirkan nasib ribuan guru honorer ini,” ucap pria berusia 43 tahun yang pernah menjadi seorang tenaga pendidik pada perguruan tinggi di Kabupaten Asahan itu.

Dari data Dinas Pendidikan Pemkab Asahan, sebut Roswib, saat ini lebih  dari 5.800  jumlah guru di daerah, sebanyak  2.300 orang lebih atau sebanyak 40 persen tenaga pengajar di daerah ini adalah guru honorer.

“Saya tahu betul kondisi mereka, karena sebagai anggota DPRD Asahan, saya berulang kali menerima keluhan para guru honorer yang disampaikan ke DPRD. Dan kita teruskan ke Pemkab, tapi tidak pernah ada solusi,”bebernya.

Rosmansyah yang lahir dari orang tua yang berprofesi seorang guru ini merasa paham betul kondisi para tenaga pendidik khususnya kalangan honorer. Ketergantungan pemkab Asahan cukup besar  terhadap mereka, namun tidak sebanding dengan  apresiasi yang mereka terima yang diberikan Pemkab Asahan. Padahal, jika tidak ada mereka, proses pendidikan di daerah ini bisa tidak berjalan.

“Olehkarena itu, sudah saatnya mereka mendapatkan rogram prioritas dari pemerintah daerah karena nasib pendidikan di daerah ini bergantung kepada para guru honorer. Saya memiliki formulasi khusus melalui BOS daerah untuk ribuan guru honorer di Asahan kedepannya yang cukup untuk mengangkat kesejahteraan mereka. Saya lahir dari orang tua yang berlatarbelakang guru,” tegasnya.

Iapun meyakini, dengan regulasi yang akan dikerjakannya nanti akan mengatur sedemikian rupa agar tidak terjadi tumpang tindih pendanaan pendidikan dengan program BOS pusat hingga kesejahteraan guru honorer menjadi perhatian. (MS10)

Tinggalkan Balasan