Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
ArtikelPerkebunan & Pertanian

Aksi Polwan di Tengah Bahaya Kebakaran Lahan

×

Aksi Polwan di Tengah Bahaya Kebakaran Lahan

Sebarkan artikel ini

Siak, Mediasumutku.com– Hastuty, perempuan muda berusia 22 tahun, sigap memanggul selang. Air menyembur deras. Percikannya berpadu dengan peluh dan debu di wajahnya.

Bukan di rumah. Tidak pula untuk menyiram bunga yang biasa mekar di pekarangan. Tugas berat itu mesti ia jalankan di tengah kepulan asap dan api yang membakar lahan.

“Ya berisiko, tapi harus dijalankan,” kata perempuan yang biasa disapa Tuty itu singkat saat istirahat seusai keluar lokasi demi memadamkan kebakaran lahan di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (13/8/2019).

Memang, sudah beberapa hari kawasan itu terbakar. Asap menyembul, seolah ada arang di bawah permukaan. Kemarau panjang menjadikan lahan yang penuh ilalang dan batang-batang kayu kering itu bak santapan empuk bagi api yang (mungkin) dilempar sengaja atau sembarangan.

Baca Juga:   Bincang Tipis dengan Ricky Kurniawan : Jabar Itu Tetap Lumbung Suara Prabowo Subianto

“Sudah hampir dua minggu saya menjalankan tugas memadamkan kebakaran di sini,” katanya. “Awalnya kuatir juga, tapi ada teman-teman polisi yang pasti membantu dan menjaga tim,” lanjut Tuty.

Kendati demikian ia mengaku senang. Terutama, karena menurutnya itu merupakan bagian dari tugas dan pengabdian. Perempuan lajang ini tidak mengeluh sedikitpun. Ia sadar, beginilah kewajiban yang mesti ia pikul sebagai anggota aparat kepolisian.

“Menjadi polisi wanita memang cita-cita saya,” kata petugas berpangkat Brigadir Polisi Dua itu.

Brigadir Polisi Dua Hasuty saat berfoto bersama Mochamad Husni, Humas PT Astra Agro Lestari

Tuty merupakan bagian dari 200-an petugas yang diterjunkan Kepolisian RI (Polri) dalam rangka mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiap titik rawan karhutla di Indonesia. Di Siak, ia bersama 25 orang rekan kepolisian lainnya.

Baca Juga:   Gubernur Kalteng Usulkan Moratorium Pembukaan Lahan Sawit dan Gambut

Selain polisi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memainkan peran. Untuk mengatasi ancaman karhutla, ada 1000 lebih personil TNI ditempatkan di titik-titik rawan karhutla.

Begitu juga dengan pihak perusahaan. “Bapak Bupati Siak Alfedri menghubungi kami dan kami langsung bergerak ke lapangan,” ujar Azra Husaini, Community Development Officer PT Kimia Tirta Utama (KTU), perusahaan perkebunan kelapa sawit anak usaha Grup Astra Agro Lestari di Siak, yang berjarak sekitar dua jam ke lokasi kebakaran lahan.

Tim fire protection dari PT KTU, lengkap dengan peralatan pemadaman kebakaran lahan, berjibaku sejak hari ini juga.

“Saya sampaikan terima kasih pada pimpinan PT KTU,” kata Bupati Siak, Alfedri ketika menggelar apel siaga bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di PT KTU, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga:   Moch Husni, PR Astra Agro Lestari: "Berkarir di Bidang Komunikasi Bisa Menjanjikan Loh"

Semua tim bahu membahu. Pemerintah daerah, perusahaan, tentara juga kepolisian bergantian serta saling melengkapi agar api segera dipadamkan dan asap tak menimbulkan banyak kerugian.

Dan,… satu di antara tim itu terselip seorang polwan di tengah penanganan kebakaran lahan: Bripda Hastuty Kumalasari, nama lengkapnya. Ia dinas di Satreskrim Polres Siak, Riau. (MS1/ril)

*Features di atas adalah karya Mochamad Husni, Humas PT Astra Agro Lestari