Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Pendidikan

Dosen IKH Medan Beri Edukasi Cegah Penularan Kuman Dengan Penerapan Kebersihan Diri Pada Remaja

×

Dosen IKH Medan Beri Edukasi Cegah Penularan Kuman Dengan Penerapan Kebersihan Diri Pada Remaja

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Dosen Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Di SMK Nila Harapan Kecamatan Sunggal Deli Serdang dan SMAS Etislandia Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Kegiatan yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk dari Tri Dharma Perguruan tinggi bemanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan remaja kedepannya serta dapat menambah pengetahuan remaja tentang pencegahan penyebaran kuman dilingkungan sekitar dan dalam kehidupan sehari hari sehingga derajat kesaehatannya meningkat.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMK Nila Harapan dilakukan oleh Siti Aisyah, SST, MKM selaku ketua, Sri Rintani Sikumbang, SST. M.Kes serta Bd. Afrahul Padilah, SST, M.Kes. Sedaangkan kegiatan Pengamdian Masyarakat yang dilakukan di SMAS Etislandia diketuahi oleh Siti Aisyah, SST, M.KM, anggota Doktor Mayang Sari dan apt. Muhammad Andry, S.Farm, M. Farm dan beberapa mahasiswa dari program stusi Sarjana Kebidanan.

Mengusung tema pencegahan penularan kuman dengan penerapan kebersihan diri pada remaja, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh sekitar 40 siswa siswi kelas XII SMK Nila Harapan Sunggal. Di SMK Nila Harapan, Sunggal, kegiatan dibuka oleh Kepala Sekolah setempat, Ibu Irdawati, S.P .

Sedangkan di SMAS Etislandia Peserta, peserta yang hadir kelas XII sebanyak 38 orang dan dibuka oleh Kepala Sekolah, Drs. Jatogi Sihotang, SH, Mh, M.Pd. Kedua kegiatan dimulai dari screening mahasiswa meliputi, anamnesa riwayat penyakit keluarga dan identifikasi penyakit yang pernah diderita 1 bulan terakhir, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan memberikan edukasi pencegahan penularan kuman dengan penerapan kebersihan diri pada remaja.

 

 Peserta mengikuti kegiatan ini sangat antusias  dalam mendengarkan dan memperhatikan penjelasan yang disampaikan terlihat dari banyaknya pertanyaan dan respon yang baik selama kegiatan berlangsung.

Siti Aisyah, SST, MKM selaku ketua menjelaskan, di Indonesia angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh kuman yang meliputi virus ataupun bakteri masih tinggi. Kasus hepatitis virus B dan Hepatitis virus C merupakan penyebab sebagian besar penyakit hepatitis, sirosis, dan kematian terkait penyakit hati. prevalensi Hepatitis B (HBsAg) secara umum sebesar 7,1% pada penduduk Indonesia.

Baca Juga:   Semua Elemen Harus Lebih Aktif Dalam Mengawasi Pola Belajar Anak

Hasil Estimasi IMS, di Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan prevalensi gonore dan infeksi klamidia pada populasi kunci mencapai hingga 30 kali lebih tinggi dibandingkan pada populasi umum. kasus TBC di Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan sejumlah 824.000 kasus dengan insidensi 301 per 100.000 penduduk. Menurut WHO, setiap tahun, hampir 59.000 orang meninggal dunia akibat rabies, sebanyak 95% kematian terjadi di Asia dan Afrika. Sesuai dengan target global Eliminasi Rabies tahun 2030, Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai Eliminasi Rabies pada tahun tersebut. Rabies telah menyebar ke 26 provinsi dan hanya 8 provinsi di Indonesia yang bebas rabies.

Peningkatan kasus yang disebabkan oleh virus berlangsung sangat cepat mulai dari virus Corona, virus hepatitis, polio, menyebar ke berbagai negara pada waktu singkat.

Virus adalah organisme yang berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari bakteri. Mikroorganisme ini membutuhkan inang yang hidup, seperti manusia, hewan, atau tanaman, untuk berkembang biak.

“Ketika virus memasuki sel tubuh kita, ia menyerang dan mengambil alih sistem kerja sel, lalu mengubahnya menjadi sel penghasil virus baru. Virus baru inilah yang nantinya akan menginfeksi tubuh Anda dan menyebabkan sakit,” jelasnya.

Penyakit yang disebabkan oleh virus pun beragam. Ada penyakit yang bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, tetapi ada pula yang tergolong serius dan memerlukan perawatan dokter. Secara umum, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat memperlihatkan gejala yang mirip dengan penyakit akibat bakteri, seperti Batuk dan bersin, demam, muntah, diare, kelelahan dan kram.

Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus dapat melalui beberapa hal atau kondisi berikut ini: Kontak langsung dengan permukaan benda, makanan, atau air yang terkontaminasi virus, batuk dan bersin, kontak langsung dengan pembawa virus, seperti hewan peliharaan dan serangga, kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, terutama melalui hubungan seksual maupun ciuman, infeksi akut yang berlangsung singkat, infeksi kronis yang berlangsung berminggu-minggu hingga seumur hidup, dan infeksi laten yang tidak menunjukkan gejala di awal, tetapi dapat aktif kembali setelah periode tertentu.

Baca Juga:   853 Lulusan Unimed Diwisuda Secara Daring

Inilah beberapa penyakit akibat virus lainnya yang yang sering terjadi dilingkungan remaja.

  • Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Gejala umumnya seperti batuk, sakit kepala, demam, pilek, dan hidung tersumbat. Flu yang ringan dapat diatasi dengan banyak istirahat, mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin C, dan minum banyak air mineral.
  • Demam Berdarah. Virus dengue penyebab demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejalanya seperti sakit kepala, menggigil, dan bercak merah pada kulit selama 24 hingga 72 jam. Penderita mengalami kadar trombosit yang menurun dan dalam kondisi parah dapat mengakibatkan pendarahan yang berujung pada kematian.
  • Hepatitis.

Virus Hepatitis B dan C menyerang organ hati serta menyebar melalui cairan tubuh seperti darah dan sperma penderita yang telah terinfeksi virus ini. Umumnya penderita virus hepatitis tidak menunjukkan gejala hingga bertahun-tahun dan cara mengetahuinya adalah melakukan diagnosis tes darah.

  • AIDS HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Virus HIV terdapat dalam cairan tubuh manusia seperti pada darah, cairan sperma, cairan yang dihasilkan oleh vagina, dan cairan tubuh lainnya dari penderita. Jika tidak ditangani segera akan berkembang ke stadium-stadium akhir yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Gejala yang muncul seperti demam tinggi, ruam kulit, muntah, nyeri sendi atau otot, sakit kepala, sakit perut, sakit tenggorokan dan sariawan. Waspadai penyebaran virus HIV yang menular melalui hubungan seksual dengan penderita HIV atau ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya.
  • Herpes Simplex. Herpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan timbulnya lecet atau luka dingin pada area sekitar mulut atau alat kelamin. Herpes simplex juga dapat menyebabkan gejala flu ringan. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan luka atau lecet yang terinfeksi. Meskipun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, pengobatan dapat membantu mengurangi gejala dan frekuensi serangan.
  • Varicella (Chickenpox) Virus varicella-zoster menyebabkan cacar air. Jenis virus ini memiliki gejala seperti demam, sakit kepala, dan rasa tidak enak badan. Chickenpox sangat menular dan dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan luka. Vaksinasi varicella merupakan cara efektif untuk mencegah penyakit ini.
  • Rabies. Rabies adalah penyakit virus yang mempengaruhi sistem saraf dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi rabies, seperti anjing atau kelelawar. Gejala awal mungkin mirip dengan flu, tetapi penyakit ini berkembang menjadi gejala yang lebih serius seperti kejang dan gangguan mental. Pencegahan termasuk pengobatan segera setelah terpapar virus dan vaksinasi hewan peliharaan.
  • SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). SARS (SARS-Cov-2) adalah penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus korona. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, dan kesulitan bernapas. Virus SARS menyebar melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan saat seseorang batuk atau bersin. Penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 2002 dan menyebar ke beberapa negara. Langkah-langkah cepat dalam mengisolasi kasus dan mengimplementasikan protokol kebersihan yang ketat membantu mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Baca Juga:   Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan Beri Edukasi Pentingnya Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi

 

“Kegiatan edukasi ini diharapkan para remaja melakukan pencegahan secara dini agar tidak terpapar oleh virus atau bakteri yang terdapat pada diri sendiri, lingkungan atau makanan yang dikonsumsi, Peningkatan pengetahuan siswa tentang virus dan sejenisnya serta mengantispasi keterpaparan virus sejenisnya penyebab penyakit dikalangan siswa,” kata Siti.

Dia berharap, kepada sekolah dapat memfasilitasi para siswa untuk menjaga kebersihan diri dengan menyediakan sarana cuci tangan diarea sekolah, menyediakan tempat pembuangan sampah yang terstandar sehingga kebersihan tangan dan lingkungan sekitar sekolah dapat terjaga kebersihannya dengan baik.

Siti Aisyah, SST, MKM mengucapkan terima kasih atas kerjasama IKepala Sekolah Nila Harapan Sunggal dan kepala Sekolah SMAS Etislandia Helvetia Medan, para guru dan kepada para siswi yang telah yang telah mendukung dan berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. (***)