Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Artikel

Nikmati Lontong Jadul Bu Hajjah di Night Market, Ada Serundeng dan Kerupuk Merah Putih

×

Nikmati Lontong Jadul Bu Hajjah di Night Market, Ada Serundeng dan Kerupuk Merah Putih

Sebarkan artikel ini

MediasumutkuI-Medan. Night Market Jalan Adam Malik kini menjadi tongkrongan baru anak milenial di Medan.Tempat ini mengajak para pengunjungnya untuk menikmati pesona santap malam moderen dalam suasana fun taste street ala negara Penang, Thailand, Singapura dan lainnya.

Keragaman makanannya pun membuat pengunjung bebas memilih makanan sesuai selera.

Lontong sayur selalu menjadi pilihan utama bagi para pengunjung, khususnya para pelancong yang ingin merasakan suasana malam di Night Market. Lontong Sayur bu Hajjah hadir memenuhi lontong malam yang cukup populer di kota Medan.

“Lontong sayur, nasi gurih kan identik dengan menu sarapan. Tapi kami menghadirkannya sebagai menu makan malam,”ujar bu Hajjah kepada mediasumutku Jumat (11/10/2019). Bu  Hajjah sendiri sudah berjualan lontong malam sejak 20 tahun lalu dan kehadirannya di Medan Night adalah gerainya yang ke-dua.

Baca Juga:   Tinggal Pilih: Jaga Jarak atau Ambyar

Menu yang dijual di gerainya terdiri dari lontong sayur, nasi gurih dan nasi campur. Ada sekitar 20-an lauk yang terpajang dalam stelingnya untuk memenuhi lauk ketiga macam menu yang dihadirkan. Yaitu sambal teri medan, sambal kentang, rendang daging, jengkol rendang, sambal kakap, sayur lodeh, tumis paria, tumis bunga pepaya, tumis genjer, tauco kacang panjang dan lainnya.

Para pembeli pun jadinya terbiasa memilih sendiri lauk-pauk yang ingin dinikmati. Semua lauk dipajang di steling putih, menggoda pandangan setiap orang yang lewat.

“Jadi lauk untuk lontong sayur, nasi gurih dan nasi campur sudah sama aja. Pelanggan tinggal reques sendiri mana yang membuat mereka selera,” terang Hajjah. Misalnya lauk untuk lontong Medan, isi yang biasanya terdiri dari sayur lodeh, tauco dan rendang daging atau telur bulat, bisa diganti dengan sambal ikan kakap. Nah, hal seperti ini justru lebih sering dipesan orang.

Baca Juga:   Banjir Bandang Terjang Sibiru-biru, Satu Orang Meningal

“Katanya kuahnya sudah cukup lemak, ketika dinikmati dengan sambal ikan kakap justru lebih nendang,”terang Hajjah.

Begitu juga dengan nasi gurih. Banyak pelanggan justru memesan nasi gurih yang dipadankan dengan rendang jengkol. Tidak main main perharinya Hajjah memasak 5 kilo rendang jengkol untuk kebutuhan warung miliknya.

“Karena selain menikmati disini, jengkolnya sering juga dipesan pelanggan untuk dibawa pulang,”imbuhnya.

Dari berbagai kompliment yang dihadirkan, menurut Hajjah, hal utama rahasia lontong sayur dan nasi gurih yang enak adalah di bahan utama ini. “Untuk lontong sayur saya pilih beras yang terbagus. Dimasak dengan daun pisang agar wangi. Masak dengan kepadatan yang pas, tidak keras juga tidak terlalu lembek,”akunya. Selanjutnya adalah sayur lodehnya.
Untuk kuah lontong, ia memilih menggunakan campuran wortel dan jipang yang dimasak santan. “Santan tidak encer, juga tidak terlalu kental biar tidak eneg,”jelas Hajjah. Dan hal lainnya adalah tauco.

Baca Juga:   SATU Indonesia Awards 2021 Ajak Generasi Muda Untuk Peduli Lingkungan

“Disinilah kita bermain rasa. Tauco itu harus pedas, inilah yang memberi rasa pada keseluruhan lontong sayur,”akunya.

Menurutnya, untuk menghadirkan tauco yang pedas, ia menggiling cabai rawit yang dicampur bawang merah, bawang putih, jahe dan ebi. Bumbu kemudian ditumis, berbaur dengan kacang panjang yang dirajang, cabai hijau rajang, rimbang dan lainnya.

Ia menyertai serundeng untuk sentuhan akhir. Serundeng adalah kelapa yang digongeng secara khusus yang ditabur pada sayur lontong, berdampingan dengan kerupuk merah putih. “Lontong Medan jadul itu ada serundengnya,”ucapnya.(Sit)