Headline

Polisi Selidiki Kasus Sopir Truk Sawit Dirampok, Kaki Tangan Diikat

Asahan – Polisi saat ini masih menyelidiki kasus perampokan terhadap sopir truk muatan sawit yang dibuang di daerah Labuhanbatu, Sumatera Utara.

“Korban sudah buat laporan, sedang diselidiki saksi – saksi juga sedang dimintai keterangan,” kata Kapolsek Pulo Raja AKP Maralidang Harahap, dikonfirmasi wartawan, Rabu (11/5/22).

Selain menerima laporan korban, Polisi juga mengamankan barang bukti tali plastik warna hitam yang digunakan pelaku untuk melilit kaki dan tangan korban serta lakban yang digunakan sebagai penutup mulut.

Kejadian perampokan itu terjadi di dusun III desa Aek Nabuntu Kecamatan Aek Ledong Kabupaten Asahan. Sementara korban dibawa perampok lalu dibuang di desa N-3, Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu pada Minggu (8/5) malam.

Sebelumnya, seorang sopir truk bernama Sapdam Sandi Zulfikar (27) mengaku jadi korban perampokan di Kabupaten Asahan lalu dibuang di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Perampokan itu terjadi saat Sandi hendak mengantarkan buah sawit ke pabrik yang berada di Aek Loba, pada Minggu (8/5) sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Ketika itu tiba-tiba truknya dihentikan sekelompok orang yang mengendarai mobil, dan langsung mengancam serta mengambil alih truknya.

Setelah itu, Sandi kemudian dimasukkan ke mobil yang dikendarai perampok. Kaki dan tangannya diikat perampok serta mata dan mulutnya dilakban.

Selain itu, Sandi juga sempat dianiaya oleh perampok. Lengannya didekat ketiak disayat perampok pakai pisau dan wajahnya juga dipukul beberapa kali.

Sandi akhirnya bisa ditemukan setelah berusaha mengesot dari tempat sepi ke arah jalan raya dan berusaha berteriak minta tolong kepada warga. Usahanya ternyata tidak sia-sia setelah seorang warga yang melihatnya melapor ke Polisi. (MS10)

Tinggalkan Balasan