Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Merah
Media Sumutku Biru
previous arrow
next arrow
Pendidikan

Tingkatkan Pengetahuan, Dosen IKH Medan Berikan Penyuluhan Tentang Prilaku Seks Kepada Remaja

×

Tingkatkan Pengetahuan, Dosen IKH Medan Berikan Penyuluhan Tentang Prilaku Seks Kepada Remaja

Sebarkan artikel ini

MEDAN-Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Dosen Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan memberikan penyuluhan tentang prilaku seks kepada remaja di Pesantren Modern Al Kautsar Kecamatan Medan Denai dan SMK Swasta Tarbiyah Islam Kecamatan Hamparan Perak  pada 17 November 2023 lalu.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertemakan “Edukasi Prilaku Seks Kepada Remaja” ini diketuai Bidan Mayang Wulan, SST, MKM selaku Dosen Prodi Sarjana Kebidanan dan anggotanya yaitu Bidan Indah Sari Dewi, SST, M.Kes.

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan rangkaian acara memberikan penyuluhan berjudul “Edukasi Prilaku Seks Kepada Remaja” diselengggarakan di Pesantren Modern Al Kautsar Kecamatan Medan Denai pada17 November 2023. Sedangkan di SMK Islam Tarbiyah Islam Kecamatan Hamparan Perak digelar pada 12 Februari 2024.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dan usaha yang dilakukan Dosen Institut Kesehatan Helvetia yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya dan dampak prilaku seks bebas pada remaja.

Ketua tim, Mayang Wulan mengatakan, secara umum, perilaku seksual ialah mulai dari perasaan tertarik hingga berkencan, hubungan seksual, dan seks. Adapun faktor perilaku seks bebas berdasarkan jurnal penelitian dan referensi yang relevan, ada banyak faktor yang mempengaruhi seks bebas secara eksternal dan internal.

Baca Juga:   Cegah Keputihan Pada Remaja Putri, Dosen IKH Medan Beri Penyuluhan di SMK PAB 12 Deli Serdang

Latar belakang keluarga, kelompok sebaya, perubahan biologis, pengalaman seksual, jejaring sosial, ketidaktahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, perkembangan kognitif dan moral, usia, kekerasan terus-menerus, peningkatan aktivitas seksual, NAPZA, kemiskinan, tempat tinggal, agama, diri sendiri”.

Disebutkan Mayang Wulan, data penyimpangan seksual remaja dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32% remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) pernah berhubungan seks.

Kemudian  penelitian  dilakukan  pada  tahun  1999  oleh  Sahabat Remaja, sebuah cabang LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), 26% dari  359  remaja  di  Yogyakarta  mengaku  telah  melakukan  hubungan seks. Menurut PKBI, akibat derasnya informasi  yang diterima remaja  dari berbagai media massa, memperbesar kemungkinan remaja melakukan praktek seksual yang tak sehat, perilaku seks pra-nikah, dengan satu atau berganti pasangan.

Baca Juga:   Mahasiswa – Dosen Pembimbing Lapangan STMIK Royal Kisaran Program Kampus Mengajar Angkatan 3 Dilepas

“Tentunya kasus tersebut sangatlah memprihatinkan, karena kasus penyimpangan seksual banyak terjadi pada usia remaja. Ditambah lagi dengan kasus yang sedang heboh diperbincangkan di televisi mengenai korban penyimpangan seks pada anak,” sebutnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku (Emon) yang telah menyodomi puluhan anak di Sukabumi mengungkapkan bahwa anak-anak dengan sukarela menerima perlakuannya (dicabuli) dengan imbalan uang seadanya.

“Tidak cukup hanya itu saja, di Surabaya, Walikota Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa ada seorang nenek yang masih menjadi Pekerja Seks Komersial di usia lanjutnya dengan melayani anak-anak sekolah dasar (Mata Najwa, youtube.com, 2014). Maka dari itu perlulah ada peran pendidikan dalam mengatasi hal tersebut,” katanya.

Pada saat tanya jawab dilakukan diketahui remaja mengaku tidak pernah mendapatkan pendidikan seks dari sekolah dan seks merupakan pembahasan yang tabu apabila dibicarakan di lingkungan keluarga, setelah penyuluhan selesai dilaksanakan pengetahuan remaja mengenai pendidikan seks pun meningkat mereka telah memahami apa yang dimaksud seks bebas, faktor penyebab, dampak dan upaya yang harus dilakukan terhadap pencegahan seks bebas.

Baca Juga:   Mendikbud Tegaskan Bahwa Pencairan KIP Dipercepat

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Pesantren Modern Al Kautsar Kecamatan Medan Denai dan Kepala Sekolah SMK Swasta Tarbiyah Islam Kelurahan Hamparan Perak Kecamatan Deli Serdang.

Kegitan tersebut dihadiri sekitar 40 orang siswa dan siswi Pesantren Modern Al Kautsar Kecamatan Medan Denai dan saat kegiatan dilaksanakan di SMK Swasta Tarbiyah Islam Kecamatan  Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang dihadiri 38 orang siswi, para peserta mendengarkan dengan antusias dan tak sedikit pula yang mengajukan pertanyaan sehingga tarjalin komunikasi tanya jawab yang aktif.

Mayang Wulan selaku ketua kegiatan berharap, setelah kegiatan ini berlangsung remaja memahami dan berkomitmen untuk menjauhi prilaku seks bebas. (***)